Round-Up

Modus Anyar Cuci Uang Pakai Kripto di Skandal ASABRI Terbongkar

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 04:59 WIB
Bitcoin Melambung Di Atas 20 Ribu Dolar, Bakal Jadi Incaran Investor Awam?
Ilustrasi Bitcoin (Foto: DW News)

Pada hari yang sama, jaksa memeriksa saksi lainnya yaitu SH selaku 'nomine', MM selaku karyawan swasta dan ACA selaku karyawan PT Henan Putihrai Aset Manajemen. Di sisi lain, Febrie menyebutkan tersangka kasus ASABRI yang diduga menggunakan fasilitas kripto itu adalah Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.

"Tetap terkait tersangka khusus Benny Tjokro dan Heru Hidayat," ucap Febrie.

"Apakah ini dalam kepentingan menyimpan atau menyembunyikan, nah ini sedang diperdalam," sambungnya.

Dalam perkara perusahaan pelat merah ini, Kejagung memperkirakan nilai kerugian keuangan negara sekitar Rp 23,73 triliun. Beragam aset juga telah disita jaksa.

Sementara itu, pakar pencucian uang Yenti Garnasih mengatakan pencucian uang dengan modus uang kripto ternyata baru kali ini terjadi di Indonesia. Karena memang, kata Yenti, uang Kripto jarang sekali digunakan untuk tindak pidana korupsi.

"Jadi ya ternyata mereka juga menggunakan (kripto) itu karena jarang digunakan tapi tampaknya ini baru pertama kali ya (di Indonesia), baru pertama kali terungkap bahwa ada yang masuk ke situ," ucap pakar pencucian uang Yenti Garnasih kepada wartawan, Rabu (21/4).

Namun menurut Yenti, modus seperti ini sudah lazim di Amerika Serikat. Dia pun menekankan agar penegak hukum di Indonesia perlu memperbarui cara-cara penelusuran aset dari hasil kejahatan.


(whn/dhn)