Bertemu Dubes Rusia, Wakil Ketua MPR Bahas Vaksin Sputnik

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 20:32 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad melakukan pertemuan dengan Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila G. Vorobyova. Diketahui, pertemuan ini membahas soal bantuan penyediaan vaksin Sputnik buatan Rusia untuk program vaksinasi di Indonesia melalui Program Vaksin Gotong Royong dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

"Kita sedang mengalami masalah utama yaitu kekurangan vaksin. Kebutuhan vaksin sangat urgent. Dengan adanya bantuan vaksin Sputnik melalui Program Vaksin Gotong Royong dari Kadin bisa membantu Indonesia dalam program vaksinasi," kata Fadel dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Fadel mengungkapkan sudah ada pembicaraan awal antara Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov terkait vaksin Sputnik. Ia menambahkan kedua negara sepakat membuka kerja sama dalam penanganan COVID-19.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh perwakilan Kadin Indonesia dan perusahaan BUMN Bio Farma ini, Fadel juga mengungkapkan Pemerintah sudah menunjuk perusahaan BUMN Bio Farma untuk pengadaan vaksin Sputnik.

"Rusia telah memproduksi empat vaksin untuk COVID-19. Salah satunya adalah Sputnik. Pemerintah telah menugaskan perusahaan BUMN Bio Farma untuk mendatangkan vaksin Sputnik. Saat ini BPOM Indonesia sedang melakukan uji terhadap vaksin Sputnik," jelasnya.

Ia pun menjelaskan vaksin Sputnik buatan Rusia sudah digunakan di beberapa negara berpenduduk muslim seperti Mesir, Pakistan, Palestina, dan negara Timur Tengah lainnya. Selain itu, ungkapnya, telah diperkirakan kebutuhan vaksin Sputnik untuk Indonesia mencapai sekitar 20 juta vaksin.

"Kita sudah berbicara dengan Kadin Indonesia, kita membutuhkan sekitar 20 juta vaksin Sputnik yang didatangkan secara bertahap," imbuhnya.

Sementara itu, Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila G. Vorobyova menyebutkan salah satu isu pertemuan Menlu Rusia dan Menlu Indonesia pada 31 Maret 2021 adalah soal penanganan pandemi COVID-19.

"Rusia memandang Indonesia sebagai mitra utama di Asia Tenggara. Sama seperti Indonesia, kami memandang bahwa akses kepada vaksin harus adil untuk semua negara dan isu ini tidak boleh dipolitisasi," ungkapnya.

Lyudmila mengungkap Rusia merupakan negara pertama yang mendaftarkan vaksin untuk COVID-19. Menurutnya, Rusia memiliki pengalaman dalam bidang vaksinasi.

Ia memaparkan dengan adanya fasilitas dan laboratorium besar, Rusia telah memproduksi empat vaksin untuk COVID-19, yaitu Sputnik V, Sputnik Light, EpiVacCorona, dan CoviVac.

Sebagai informasi, program Vaksin Gotong Royong sendiri adalah program vaksinasi yang diluncurkan Kadin Indonesia dengan tujuan membantu pemerintah mempercepat penanganan pandemi COVID-19. Program ini diberikan kepada karyawan dan keluarganya secara gratis.

(akn/ega)