Tentang Tapir yang Bikin Geger karena Nyasar ke Kolam Ikan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 16:40 WIB
Tapir asia / tapirus indicus
Tapir termasuk hewan yang dilindungi di Indonesia. (Foto: Dok. Gembira Loka Zoo)
Jakarta -

Kemunculan seekor tapir liar berukuran jumbo menghebohkan warga di kota Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu. Diketahui tapir tersebut tersesat dan masuk ke kolam ikan milik warga sekitar.

Tapir sendiri diketahui masuk kategori satwa yang dilindungi di Indonesia.

Berikut seluk-beluk yang mesti diketahui tentang tapir di Indonesia.

Tapir terperangkap di kolam.Tapir terperangkap di kolam di Pekanbaru, Riau. (Foto: Dok. Istimewa)

Mengenal Karakteristik Tapir

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tapir masuk kategori hewan dilindungi.

Tapir merupakan hewan herbivora yang kerap memakan dedaunan muda di pinggiran sungai atau di hutan. Karakteristik tubuh tapir adalah berekor pendek dan berbadan panjang serta memiliki moncong memanjang.

Di Indonesia, tapir hanya dapat dijumpai di wilayah Sumatera, tepatnya di bagian selatan Danau Toba sampai Lampung.

Hewan Dilindungi

Tapir masuk golongan hewan yang dilindungi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999, tapir masuk daftar hewan yang dilindungi di Indonesia. Tingginya angka deforestasi dan perburuan liar di hutan-hutan Indonesia menjadi salah satu alasan berkurangnya habitat tapir.

Kini tapir masuk kategori Appendix 1 CITES (Convention on International Trade in Endangered Species - Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka).

IUCN Red List sudah memasukkan Tapir Asia (Tapiricus indicus) dalam kategori 'terancam' sejak 2002. Hal itu didorong karena berkurangnya hampir 50 persen populasi tapir di seluruh jangkauan.

Ditambahkan populasi tapir akan terus berkurang separuhnya lagi dalam 30 tahun ke depan jika ancaman terus berlanjut.

Secara umum, sebenarnya ada empat spesies tapir yang masih ada dan tersebar di dunia. Hewan langka itu berada di hutan-hutan wilayah Amerika Selatan dan Tengah (Tapirus bairdii, Tapirus pinchaque, dan Tapirus terrestris) dan hanya satu yang tersebar di Asia Tenggara (Tapirus indicus).

Perlindungan Tapir

Perlindungan tapir diatur dalam Pasal 21 ayat (2) UU 5/1990. Ada sejumlah larangan perlakuan yang tidak boleh dilakukan, yakni:

"Setiap orang dilarang untuk:

a. menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;

b. menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati;

c. mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;

d. memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;

e. mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan/atau sarang satwa yang dilindungi."

Sementara itu, menurut Pasal 40 ayat 2 UU No 5 Tahun 1990 bahwa sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

(izt/imk)