Pembunuh George Floyd Divonis Bersalah, Ini Fakta-faktanya!

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 15:48 WIB
George Floyd: Bermula dari laporan dugaan pemalsuan uang, apa saja yang terjadi dalam 30 menit momen terakhir hidupnya?
George Floyd, korban kekerasan polisi di AS (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Mantan polisi yang dituduh membunuh George Floyd, Derek Chauvin, divonis bersalah oleh pengadilan Minneapolis, Amerika Serikat. Pelaku berpotensi dihukum hingga 40 tahun penjara.

Diketahui pria kulit hitam itu tewas di Minneapolis pada 25 Mei 2020 setelah lehernya ditekan dengan lutut polisi beberapa menit. Dalam sebuah rekaman yang viral, terlihat George Floyd sempat berteriak 'Saya tidak bisa bernapas' sebanyak lebih dari 20 kali.

Saat momen itu, polisi yang mengamankan Floyd memintanya rileks dan berkata bahwa dia 'baik-baik saja' dan 'bisa bicara dengan baik'.

Mural bergambar George Floyd hiasi berbagai negara dunia. Diketahui, kematian George Floyd jadi momentum untuk menyuarakan penghapusan diskriminasi dan rasisme.Mural bergambar George Floyd hiasi berbagai negara dunia. Diketahui, kematian George Floyd jadi momentum untuk menyuarakan penghapusan diskriminasi dan rasisme. (Foto: Getty Images)

Berikut fakta-fakta pembunuh George Floyd yang perlu diketahui.

Berlutut di Leher George Floyd

Derek Chauvin terekam menempatkan lutut kirinya di antara kepala dan leher George Floyd ketika dirinya ditangkap oleh polisi di luar sebuah toko di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Menurut laporan jaksa penuntut, Derek Chauvin melakukan aksinya selama 7 menit 46 detik. Pada awalnya disebut durasinya delapan menit dan 46 detik, sampai jaksa di Minnesota mengoreksi angka itu tiga minggu setelah kematian George Floyd.

Dipecat dari Kepolisian

Derek Chauvin telah dipecat dari kepolisian usai kasus pembunuhan George Floyd dengan tuntutan pembunuhan tingkat dua, pembunuhan tingkat tiga, dan pembantaian.

Sempat Bebas dengan Jaminan

Derek Chauvin sempat diperbolehkan meninggalkan Minnesota saat menunggu persidangan kasusnya. Hakim pengadilan Hennepin County, Peter Cahlil, dalam putusannya yang diungkap ke publik pada Jumat (9/10/2020) menyatakan bahwa dirinya telah diberikan 'bukti yang mendukung kekhawatiran keselamatan yang muncul dalam pengawasan pembebasan bersyarat praperadilan' dari Chauvin

Divonis Bersalah

Mantan perwira polisi itu dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan terkait pembunuhan George Floyd, yakni pembunuhan tingkat dua, pembunuhan tingkat tiga, dan pembantaian setelah hakim mempertimbangkan kesaksian dari 45 orang.

Diketahui hukuman maksimal bagi pelanggaran pembunuhan tingkat dua tak disengaja adalah 40 tahun penjara.

Pada sidang yang digelar pada Selasa (20/4) waktu setempat, hakim belum memutuskan hukuman bagi Chauvin. Hakim Peter Cahill menuturkan vonis hukuman bagi pria 45 tahun itu akan diputus pengadilan dalam setidaknya delapan minggu ke depan.

Disambut Gembira Warga AS

Masyarakat Amerika Serikat menyambut gembira penetapan bersalah pembunuh George Floyd. Ada sekitar 200 orang di luar gedung pengadilan Minneapolis, AS untuk merayakan keadilan.

"Hari ini kita merayakan keadilan untuk kita kami," ujar seorang pengunjung sidang seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/4/2021).

"Saya tidak percaya... bersalah," kata pengunjung lain, Lavid Mack (28), yang tidak mengira Chauvin akan dinyatakan bersalah.

(izt/imk)