Anak Buah Anies Jawab Anggapan 'Hujan Sedikit Jakarta Tergenang'

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 15:29 WIB
Banjir merendam Jalan Ciledug Raya tepatnya di depan Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021. Banjir itu menimbulkan kemacetan panjang.
Ilustrasi banjir. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI melalui Dinas Sumber Daya Air menjawab anggapan 'hujan sedikit genangan di mana-mana'. Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan selalu berupaya mengantisipasi banjir.

Hal itu dijelaskan pada 'Podcast Rabu Belajar (Episode 7. Penanganan Banjir Jakarta)' yang disiarkan YouTube Pemprov DKI, Rabu (21/4/2021). Awalnya Dudi menjelaskan soal perbedaan antara banjir dan genangan.

"Pada prinsipnya sama bahwa air itu memasuki kawasan yang memang bukan peruntukannya sehingga dikategorikan adanya genangan atau banjir. Cuma asal daripada banjir maupun genangan itu berbeda karena kalau misalnya banjir itu merupakan fenomena di mana air yang ada itu tidak tertampung sehingga dia melakukan lupaan. Kalau genangan itu lebih cenderung ke arah air yang terjebak, jadi ada lokasi ada hujan lokal misalnya, nah terjadi air yang menumpuk sehingga terjadi genangan. Kalau misalnya dia ada mulut atau aliran saluran yang cukup sehingga dia tidak tergenang, itu yang membedakan antara genangan dengan banjir," ujar Dudi.

Dalam podcast ini, Dudi melakukan sesi tanya-jawab dengan Kasubbid Standardisasi Pengembangan Kompetensi Pemerintahan dan Sosial Kultural BP SDM Provinsi DKI Jakarta, Dewi Anggraini Budianti. Dudi kemudian ditanya juga soal adanya anggapan hujan sedikit tapi genangan di mana-mana. Dia ditanya apakah hal itu berkaitan dengan alur sistem drainase atau tidak.

"Saya sih berharap statemen hujan sedikit tergenang itu kita coba antisipasi, karena kami di dinas SDA beserta jajaran bila hujan turun itu insyaallah seluruh pasukan itu bergerak di lapangan untuk mengantisipasi untuk tidak terjadi genangan, cuma kan memang setiap sistem drainase itu ada hitungannya dia kapasitas yang dia tampung itu sejauh mana," jelas Dudi.

Dudi mengatakan pihak Pemprov DKI sudah mulai mengantisipasi banjir dengan curah hujan kategori di atas 50 milimeter. Dia mengatakan intensitas hujan di Jakarta sempat di atas kapasitas desain drainase yang dibuat Pemprov DKI.

"Kalau sudah mencapai 100 milimeter kita harus memobilisasi, tidak hanya orang-orang siaga di lapangan saja. Karena harus mengantisipasi yang lebih buruk dari itu, dan memang hujan yang kita hadapi ini yang kemarin terjadi itu rata-rata di atas kapasitas desain kami sehingga memang walaupun ada genangan tapi kami berusaha secepat mungkin untuk mengalirkan dengan bantuan alat-alat yang kami miliki," jelas Dudi.

"Nah itu yang coba kita lakukan memang ada kebijakan dari Pak Gubernur, itu yang akan kami laksanakan. Dan, kita sedang melengkapi supaya apa yang dicanangkan tersebut bisa kita penuhi," sambung dia.

Sebelumnya, anggapan hujan sedikit banjir juga sempat diutarakan warga Kampung Melayu yang rumahnya kini direnovasi menjadi model panggung. Dia bersyukur rumahnya direnovasi.

"Alhamdulillah. Rumahnya jadi lebih bagus. Jadi ada tempat main. Pokoknya kalau hujan sedikit banjir. Parah pokoknya. Sampai ke lantai 2," ujar salah satu warga RT 13 RW 04, Tjindrawati kepada wartawan di lokasi, Minggu (4/4/2021).

Simak juga 'Momen Anies Baswedan saat Ikut Panen Raya di Cilacap':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/fjp)