Bareskrim Targetkan Kasus Unlawful Killing Dilimpahkan Sebelum Lebaran

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 15:28 WIB
Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto
Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Kasus dugaan unlawful killing terhadap laskar Front Pembela Islam (FPI) di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek (Japek) ditargetkan segera dilimpahkan ke kejaksaan. Targetnya, kasus dilimpahkan tahap satu sebelum Lebaran 2021.

"Mudah-mudahan sebelum Lebaran sudah tahap 1," ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat ditemui di Mabes Polri, Rabu (21/4/2021).

Agus kemudian menyebut sejauh ini hanya dua oknum polisi Polda Metro Jaya yang diperiksa dalam kasus ini. Untuk atasan atau komandan dari kedua tersangka tersebut, kata Agus, penyidiklah yang menentukan apakah akan turut diperiksa juga atau tidak.

"Ya sementara di dalam mobil cuma dua orang, masa mau periksa yang lain. Yang satu mati. Ya nanti penyidiklah itu yang menentukan (periksa komandan dari dua tersangka)," tuturnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menaikkan status tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan unlawful killing di peristiwa Km 50 yang menewaskan empat laskar FPI. Namun, satu orang meninggal dunia sehingga tersisa dua orang sebagai tersangka.

"Terkait peristiwa Km 50, di sana ditetapkan tiga anggota Polri sebagai terlapor dan pada hari Kamis kemarin, penyidik telah melaksanakan gelar perkara terhadap peristiwa Km 50 dan kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan maka status dari terlapor tiga tersebut dinaikkan menjadi tersangka. Tiga tersangka," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, di Mabes Polri, Selasa (6/4).

Meski demikian, Rusdi mengatakan ada satu tersangka bernama Elwira Pryadi Zendrato yang penyidikannya tidak dilanjutkan lantaran telah meninggal dunia. Dengan demikian, tersisa dua tersangka dalam kasus tersebut.

"Akan tetapi, ada satu terlapor inisial EPZ meninggal dunia. Berdasarkan 109 KUHAP, karena yang bersangkutan meninggal dunia, maka penyidikannya langsung dihentikan," paparnya.

"Jadi kelanjutannya, terdapat dua tersangka anggota yang terlibat dalam peristiwa Km 50," sambung Rusdi.

(aud/aud)