Viral Pemobil di Makassar Pukul Penjaga Loket Parkir

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 14:26 WIB
Tangkapan layar video viral pemobil pukul petugas loket parkir (dok. Istimewa).
Foto: Tangkapan layar video viral pemobil pukul petugas loket parkir (dok. Istimewa).
Makassar -

Viral di media sosial (medsos) seorang pengendara pikap di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), memukul penjaga loket parkir gara-gara enggan membayar sewa parkir Rp 4.000. Pelaku juga menerobos palang parkir hingga rusak.

Kejadian viral tersebut terjadi di pintu masuk Kawasan Industri Makassar (KIMA), Selasa (13/4). Penganiayaan tersebut terjadi setelah pelaku menolak membayar biaya masuk Rp 4.000 dan pelaku justru menganiaya petugas loket parkir.

"Itu biaya sekali masuk itu Rp 4000 untuk roda empat. (Pelaku) ngotot nggak mau (bayar)," kata Site Manager PT Lado Tekno Parkir PT Kima, Bahrun Ulum, kepada detikcom, Rabu (21/4/2021).

Korban sebagai petugas loket sendiri disebut sudah memberikan informasi ke pelaku bila pengendara yang mencoba masuk tanpa kartu akses berlangganan akan dikenakan tarif parkir. Namun pelaku tetap tidak terima dan tetap ngotot untuk masuk secara gratis.

"Tapi dia ngototnya nggak mau berbayar, mau dibukakan palang. Tapi petugas kan sudah kita wanti-wanti semua yang melintas harus melakukan pembayaran tidak ada yang buka palang. Kecuali kalau dari mobil dinas,TNI atau Polri, itu yang diberikan," imbuhnya.

Pada video yang beredar, pelaku awalnya terlihat berdebat dengan petugas loket parkir. Selanjutnya pelakun turun dari mobil pikap dan memukul wajah korban. Korban yang menghindar kembali diikuti oleh pelaku yang kemudian kembali mendaratkan pukulannya terhadap korban.

Setelah menganiaya korban, pelaku kembali ke atas mobilnya. Bukannya putar balik, pelaku memacu pedal gas mobilnya hingga membuat palang parkir patah.

Kejadian tersebut terekam CCTV dan pihak korban pun telah melaporkan pelaku ke polisi. Korban berharap pelaku yang belum diketahui identitasnya itu segera tertangkap.

"Kami sudah laporkan sih ke pihak berwajib. Cuma pelaporannya itu laporan perusakan karena (oleh) pihak berwajib kemarin harus ada visum dan kemarin kita tidak sempat visum, mendadak. Jadi kita laporkan perusakan saja karena dia sengaja saja menabrakan kendaraannya ke palang sampai rusak itu," katanya.

Simak juga 'Polisi Tembak Kaki Pria Cabuli Remaja di Makassar':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)