BPIP soal Jozeph Paul Zhang: Pancasilais Tak Olok Agama

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 08:50 WIB
Tokoh lintas agama dan anti korupsi desak Presiden SBY memberikan
kewenangan penuntasan kasus simulator sim kepada KPK, Hal ini
dikatakan saat jumpa pers di Maarif Institut, Jakarta, Senin
(24/9/2012). Romo Benny Sosetyo dan Usmad Hamid. file/detikFoto.
Romo Benny (kiri) (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Tersangka kasus penistaan agama dan ujaran kebencian, Jozeph Paul Zhang, mengaku seorang pancasilais. Anggota Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny Susetyo, mengatakan, apabila Paul Zhang seorang pancasilais, ia tidak akan mengolok-olok agama orang lain.

"Ya nggak jelas, kalau dia mengaku pancasilais, tidak mengolok-olok agama, tidak menebar seperti mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Karena dengan cara dia itu jelas bahwa dia memprovokasi sehingga antarumat beragama itu yang rukun, damai, dan menjadi tidak damai, karena ulah dia," ujar Romo Benny saat dihubungi, Rabu (21/4/2021).

Romo Benny mengatakan Paul Zhang telah melanggar sila-sila yang ada di Pancasila. Paul dianggap telah melanggar sila pertama hingga sila kelima.

"Kalau dia menghayati pancasila, dia tidak akan melakukan itu , jadi sebenarnya tindakan dia itu melanggar dari sila-sila Pancasila, mulai dari sila pertama sampai sila kelima," ucapnya.

Romo Benny berharap pelecehan terhadap ajaran agama tidak terjadi lagi di Indonesia. Menurutnya, apabila orang yang menghayati nilai-nilai Pancasila, tidak akan melecehkan agama orang lain.

"BPIP berharap pelecehan terhadap nilai-nilai yang luhur dalam agama itu harusnya tidak ada lagi di bumi Indonesia, karena kalau orang yang menghayati nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, dia akan menghormati nilai-nilai keagamaan itu sebagai nilai luhur yang harus dijaga, maka semua tindakan pelecehan terhadap agama, itu harus segera ditindak. Jadi hukum harus berlaku adil bagi semuanya," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video "Jozeph Paul Zhang: Tak Ada Undang-undang Melarang Jadi Nabi":

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2