Dear Seniman, Begini Cara Dapat Vaksin Seperti Armand Maulana dkk

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 23:20 WIB
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis pertama pada seorang seniman saat vaksinasi massal bagi seniman dan budayawan,  di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (19/4/2021). Sekitar 500 seniman dan budayawan di Jabodetabek menerima vaksin guna menekan penularan COVID-19 agar sektor ekonomi kreatif  nasional dapat segera pulih dan bangkit. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Para pekerja seni dan pelaku ekonomi kreatif sudah mulai divaksin COVID-19. Ada beberapa jalur yang disediakan pemerintah bagi para seniman dan insan kreatif untuk memperoleh suntikan vaksin.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid. menyampaikan pemberian vaksinasi bagi pekerja seni ini bisa dengan beberapa jalur. Pertama, melalui asosiasi profesi pekerja seni yang nantinya mendata anggotanya. Kedua, bisa melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang nantinya akan dijadwalkan Dinas Kesehatan setempat untuk mendapatkan vaksinasi.

Dikatakan dr. Siti Nadia, pekerja seni dan industri kreatif termasuk dalam perhitungan 17 juta pekerja publik yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua. Pada Senin (19/4), pemberian vaksin untuk seniman dilakukan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Nama-nama beken Bimbim Slank, Nicholas Saputra, Armand Maulana, hingga Arya Saloka menjadi penerima vaksin pada kesempatan tersebut.

"Sehingga ini tidak mengganggu pelaksanaan vaksinasi bagi golongan lansia," jelas dr. Siti Nadia dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

"Untuk pekerja seni memang kita dorong melakukan vaksinasi di sentra-sentra vaksinasi yang besar seperti di Istora, sehingga fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas fokus melayani vaksinasi lansia," imbuhnya.

Staf Ahli Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Henky Manurung menambahkan ada 60 ribuan pekerja seni dan hampir 50 ribuan pekerja ekonomi kreatif yang terdata. Ia mengatakan Kemenparekraf telah menginformasikan dan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata agar menyuplai data peserta.

"Dengan melaksanakan vaksinasi pada sektor ekonomi kreatif ini, akan menambah keyakinan pelaku ekonomi bahwa sektor ini aman. Selain itu tingginya minat pelaku usaha ekonomi kreatif untuk vaksinasi juga suatu pertanda positif," sebut Henky.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Bio Farma Bambang Heriyanto menerangkan untuk mencapai herd immunity, kebutuhan vaksin Indonesia mencapai 426 juta dosis. Sampai saat ini, total 59,5 juta dosis vaksin yang telah tersedia.

"Kemarin sudah datang kembali Sinovac dalam bentuk bulk sebanyak 6 juta dosis, totalnya kini ada 59,5 juta dosis dari komitmen 140 juta dosis vaksin dari Sinovac," rinci Bambang.

Menurut Bambang, dengan kedatangan vaksin tersebut, suplai dari Bio Farma bisa mencukupi untuk melaksanakan vaksinasi tahap kedua.

"Kami juga sudah mendistribusikan 20 juta dosis ke seluruh Indonesia sejauh ini dan angka vaksinasi hingga saat ini mencapai 17 juta dosis. Kita masih ada stok sebanyak 15 juta dosis lagi yang menunggu slot rilis dari Badan POM," urai Bambang.

(mul/mpr)