Keluarga Pasien Pukul Perawat RSUD Jayapura-Banting Alat Rekam Jantung

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 18:44 WIB
Poster
Foto ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kasus perawat dianiaya keluarga pasien tak hanya terjadi di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Peristiwa serupa dialami perempuan berinisial A (33), perawat RSUD Dok II Jayapura, Papua.

"LP/449/IV/2021/Papua/Resta Jor Kota, tanggal 13 April 2021. Perkara penganiayaan yang terjadi pada Selasa, 13 April 2021 sekitar jam 20.22 WIT," kata Kapolres Kota Jayapura, AKBP Gustav R Urbinas kepada detikcom, Selasa (20/4/2021).

Gustav menerangkan perawat A adalah tenaga medis honorer RSUD Dok II Jayapura. Perawat A dianiaya saat menerima pasien rujukan yang kemudian tak tertolong nyawanya saat ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"(Pelaku) seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya. Korban selaku perawat pada RSUD Dok II Jayapura melaksanakan dinas sore, kemudian sekitar jam 16.00 WIT seorang pasien rujukan berjenis kelamin perempuan masuk di ruang IGD dengan diantar oleh dua orang keluarganya," terang Gustav.

"Pasien tersebut menurut diagnosa mengalami penurunan kesadaran dan sesak berat, sehingga terhadap pasien dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter J dan dokter E, dibantu oleh korban," imbuh Gustav.

Korban dan dua dokter jaga IGD saat itu menyampaikan soal kondisi pasien yang menurun kepada keluarga pasien. Hingga akhirnya pasien meninggal dunia pukul 20.00 WIT.

"Namun salah seorang dari keluarga pasien tersebut tidak mau menerima kenyataan, serta menuduh bahwa pihak rumah sakit tidak menangani pasien dengan baik," jelas Gustav.

Gustav menjelaskan dokter lainnya yang berinisial G lalu berupaya menenangkan emosi keluarga pasien. Namun salah satu keluarga pasien itu menghampiri perawat A dan memukul perawat A.

"Setelah itu pelaku membanting alat medis EKG di ruang IGD, dan sekitar 10 menit kemudian pelaku meninggalkan tempat kejadian. Akibat dari pemukulan tersebut, korban mengalami luka memar dan bengkak di dahi sebelah kanan serta menjalani rawat jalan di RSUD Dok II Jayapura," tutur Gustav.

Gustav menyampaikan pihaknya telah meminta keterangan perawat A, melakukan visum, dan mengidentifikasi pelaku. Tindak lanjut ke depan, tambah Gustav, penyidik akan meminta keterangan tambahan ke korban dan memanggil saksi-saksi dalam peristiwa tersebut, serta terus mencari pelaku.

Simak video 'Pemicu Jason Aniaya Perawat RS Siloam Palembang secara Membabi-buta':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/idh)