detikKultum Gus Miftah: Buka Puasa dengan yang Manis

Rahma Indina Harbani - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 17:15 WIB
Jakarta -

Ada dua kebahagiaan yang menyertai orang berpuasa, yakni saat berbuka dan ketika bertemu Rabbnya. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut ini.

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Artinya: "Bagi orang yang melaksanakn puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu Rabbnya." (HR Imam Muslim).

Melalui detikKultum detikcom, Selasa (20/4/2021),Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah menyampaikan bahwa orang yang berpuasa itu bisa bersabar karena yakin adzan maghrib akan datang. Sama halnya dengan yakin tiap ada masalah, ada solusinya.

Berbicara tentang berbuka puasa, lebih lanjut, pendakwah asal Yogyakarta ini menyebutkan 3 teladan terkait cara seorang Rasulullah berpuasa. Salah satunya adalah berbuka dengan kurma seperti yang termaktub dalam HR. Abu Dawud berikut.


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Artinya: Dari Anas bin Malik, dia berkata: "Rasulullah biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthab (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada yang demikian, beliau berbuka dengan seteguk air." (HR. Abu Dawud)

"Nggak ada istilah berbuka dengan yang manis. Tetapi berbukalah dengan kurma," pungkas Gus Miftah terkait istilah populer tersebut.

Selengkapnya detikKultum bersama Gus Miftah:Buka Puasa dengan yang Manis tonton DI SINI.

(erd/erd)