Polisi Ungkap Pendeta Paniel Jual Senpi Rp 1 M ke KKB di Nduga

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 12:21 WIB
Satgas Nemangkawi menangkap Paniel Kogoya sesorang yang diduga menjadi penyandang dana kepada KKB Papua guna membeli senpi (dok Satgas Nemangkawi)
Foto: Satgas Nemangkawi menangkap Paniel Kogoya sesorang yang diduga menjadi menjual senpi kepada KKB Papua (dok Satgas Nemangkawi)
Jakarta -

Polisi menduga pendeta yang menyuplai senjata api (senpi) ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, Paniel Kogoya memulai tindakan ilegalnya sejak 2018 silam. Usai memeriksa Paniel, polisi menuturkan modus operandi penjualan senpi ke KKB.

Paniel Kogoya sebenarnya sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Januari 2021 karena keterlibatannya dengan KKB Papua. Penangkapan Paniel sebagai pengembangan dari keterangan Didy Chandra (DC) dan Fuad Arisetyadi (FA), yang merupakan tersangka kepemilikan senpi.

"Tersangka DC bertemu dengan tersangka PK alias Peni di depan Pasar Oyehe, Kabupaten Nabire dan pada saat pertemuan saudara DCW menawarkan satu pucuk besi tua (senjata api). Namun tersangka PK alias Peni mengatakan 'Saya tidak berani', selanjutnya mereka saling tukar nomor handphone dan kembali ke rumah masing-masing," kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudussy dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Iqbal mengatakan dua pekan usai bertemu tersangka Didy Chandra Warobay, Paniel Kogoya bertemu 3 orang di rumahnya. Ketiga orang tersebut mengaku anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya.

"Setelah dua minggu kemudian saat tersangka PK alias Peni berada di rumah, didatangi oleh tiga orang masyarakat putra daerah yang mengaku bernama GG, JG dan satu orang lainnya yang dia lupa namanya. Dan mengatakan dari Kabupaten Nduga, adalah OPM (Organisasi Papua Merdeka) dari kelompok Egianus Kogoya," terang Iqbal.

Iqbal melanjutkan, ketiga anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya menyampaikan maksud kedatangan mereka adalah hendak mencari senpi sebanyak 4 pucuk. Ketiga KKB itu mengaku memiliki dana Rp 1 miliar.

"Mengetahui hal tersebut, saat itu juga saudara PK alias Peni menghubungi DC via telepon dan menanyakan, 'Apakah barang yang kamu sampaikan saat itu masih adakah?', 'Ya barang ada,'. Senjata SS1 dengan seharga 350 juta rupiah," ucap Iqbal menirukan percakapan itu.

"Dan besok harinya GG menyerahkan uang kepada PK dan selanjutnya menghubungi DC untuk antar senjata di suatu tempat," imbuh dia.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat Video: Pendeta di Beoga Ungkap Kekejian KKB: Sekolah, Anak Perempuan Hancur

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2