detik's Advocate

Apa yang Harus Saya Siapkan untuk Pidanakan Suami yang Ngamar Bareng PSK?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 07:42 WIB
Ilustrasi patah hati
Ilustrasi selingkuh (Foto: Thinkstock).
Jakarta -

Ikatan rumah tangga merupakan ikatan yang suci dan sakral. Tapi tidak sedikit yang menodainya dengan berzina. Tapi bagaimana pembuktiannya agar bisa sampai ke pengadilan?

Pertanyaan di atas disampaikan seorang istri di Tangerang inisial K. Ia kerap mendapati suaminya ngamar bareng perempuan seks komersil (PSK). Kesabarannya sudah habis dan mau mempidanakan suaminya. Tapi apa saja yang harus dijadikan bukti?

Berikut pertanyaan lengkapnya:

Dear detik's Advocate,

Saya K dari Tangerang. Menikah tahun 2019.

Beberapa waktu yang lalu saya mendapati suami saya telah berkali-kali pergi ke tempat spa dan check in dengan PSK.
Dan ternyata hal tersebut sudah dilakukan sejak sebelum menikah dengan saya.

Pertanyaan saya:
1.Apakah saya bisa melaporkan suami dengan pasal perzinahan?
2.Berapa lama masa kadaluarsa dari waktu kejadian sampai saya melaporkannya?

Bukti yang saya punya saat ini:
1.Data perjalanan suami saya (pernah pergi ke mana saja)
2.Data chat/email dengan pihak ketiga (admin tempat spa atau PSK itu sendiri)

Saya tidak punya rekaman CCTV atau foto yang jelas menunjukkan mereka sedang berduaan

Terima Kasih

Untuk menjawab permasalahan di atas, kami menghubungi advokat Putra Tegar Sianipar, S.H., LL.M. Berikut pendapat hukumnya:

Dear Ibu K dari Tangerang,

Menanggapi pertanyaan yang Ibu berikan dalam detik Advocate, kami akan menguraikan penjelasan kami sebagai berikut :

Karena tidak ada penjelasan mengenai apakah suami Ibu K adalah karyawan swasta atau merupakan Pegawai Negeri Sipil atau anggota TNI/Polri maka kami akan mengasumsikan bahwa suami Ibu K adalah karyawan swasta.

Menurut Pasal 27 KUHPerdata Ibu K dan suami adalah pasangan yang telah terikat dalam perkawinan.

Pada waktu yang sama, seorang lelaki hanya boleh terikat perkawinan dengan satu orang perempuan saja; dan seorang perempuan hanya dengan satu orang lelaki saja.

Kemudian perbuatan suami anda dapat dikategorikan sebagai tindak pidana perzinahan. Menurut R. Soesilo menegaskan zinah adalah persetubuhan yang dilakukan laki-laki atau perempuan yang telah kawin dengan perempuan atau laki-laki yang bukan istri atau suaminya. Zinah harus dilakukan atas dasar suka sama suka bukan karena paksaan.

Tindakan zina tersebut dapat diproses pidana sepanjang adanya laporan resmi di kepolisian dari Ibu K. Dasar laporan tindakan pidana itu adalah Pasal 284 ayat 1.a KUHP yang berbunyi:

Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya.

Terkait dengan masa kedaluwarsanya Pasal 78 ayat 1 (2) KUHP menuliskan:

Kewenangan menuntut pidana hapus karena daluwarsa mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana denda, pidana kurungan, atau pidana penjara paling lama tiga tahun, sesudah enam tahun.

Dengan uraian dan asumsi di atas ditambah dengan bukti yang Ibu punya, maka dapat disimpulkan bahwa Ibu bisa melakukan Laporan Polisi atas dugaan tindak pidana zina yang dilakukan oleh suami ibu berdasarkan bukti-bukti yang telah dimiliki asal tidak lebih dari 6 tahun setelah kejadian yang dapat dibuktikan tersebut dilakukan.

Demikian jawaban dari kami.

Semoga mencerahkan dan bermanfaat. Terima kasih.

Putra SianiparPutra Sianipar (dok.pri)

Putra Tegar Sianipar, S.H., LL.M.
Menara Rajawali lt.7-1,
Mega Kuningan, Jakarta Selatan

Tentang detik's Advocate
detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh tim detik, para pakar di bidangnya serta akan ditayangkan di detikcom.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email:
redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Berhubung antusias pembaca untuk konsultasi hukum sangat beragam dan jumlahnya cukup banyak, kami mohon kesabarannya untuk mendapatkan jawaban.

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Salam

Tim Pengasuh detik's Advocate

Lihat juga Video: Peras PSK, Polisi Gadungan Berpangkat Kompol Diciduk

[Gambas:Video 20detik]



(asp/gbr)