Round-Up

Perlawanan Jozeph Paul Zhang dari Tanah Jerman

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 07:32 WIB
Jozeph Paul Zhang
Foto: Jozeph Paul Zhang (ist/YouTube)

Jozeph Paul Zhang Minta Tak Perlu Dibela

Jozeph Paul Zhang juga meminta tak perlu dibela. Dia tidak ingin ada yang saling memaki.

"Intinya begini supaya jangan kecewa juga, ini bukan masalah perasaan tetapi kita melakukan apa yang menjadi kewajiban kita semua. Teman-teman juga makanya saya bilang jangan berantem ya, jangan berantem untuk membela saya. Nggak boleh. Apalagi sama keluarga, nggak boleh, karena itu... hati-hati... Anda boleh berdebat gila-gilaan sama orang Islam tetapi begitu sama orang Kristen kalau bisa hindarin untuk saling memaki," ujar Jozeph Paul Zhang dalam video terbarunya di akun YouTube seperti dilihat detikcom, Senin (19/4).

Langkah Terbaru Polri

Polri sudah mendeteksi keberadaan Jozeph Paul Zhang. Berdasarkan hasil penelusuran, Jozeph Paul Zhang berada di Jerman.

"Sampai sejauh ini penelusuran dari Polri, yang bersangkutan ada di negara Jerman," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (19/4).

Rusdi menyebut Polri telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri hingga Ditjen Imigrasi terkait keberadaan Jozeph. Dia juga mengatakan Polri telah berkoordinasi dengan Interpol.

"Polri telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Imigrasi, dan juga Interpol. Karena patut diduga yang bersangkutan ada di luar negeri," tuturnya.

Selain itu, Polri bakal segera menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) atas nama Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono. Setelah itu, dokumen DPO akan diberikan kepada Interpol agar pria yang mengaku sebagai nabi ke-26 dan diduga menistakan agama itu ditangkap.

"Bareskrim Polri akan segera mengeluarkan daftar pencarian orang yang tentunya DPO ini akan diserahkan ke Interpol," ujar Rusdi.

Polri menilai Jozeph Paul Zhang melakukan ujaran kebencian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta penistaan agama yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Unsur pasal yang bisa dikenakan, pertama, ujaran kebencian dalam UU ITE dan penodaan agama yang ada di KUHP, dikenakan Undang-Undang ITE khususnya Pasal 28 Ayat 2, kemudian KUHP tentang penodaan agama itu Pasal 156 huruf a," sambungnya.

Rusdi mengatakan dokumen DPO Jozeph akan menjadi dasar Interpol dalam menerbitkan red notice. Langkah ini ditempuh Polri lantaran Jozeph Paul Zhang berada di luar negeri.

"Daftar pencarian orang ini menjadi dasar bagi Interpol untuk menerbitkan red notice," jelas Rusdi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3