Gegara BLT Tak Cair, Suami Aniaya-Tusuk Punggung Istri di Jambi

Ferdi Almunanda - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 02:14 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Kota Jambi -

Polisi menangkap pria di Jambi yang tega menganiaya istrinya hingga terluka parah. Pelaku bernama Hasan (44) warga Payo Lebar, Jelutung, Kota Jambi tersebut ditangkap setelah saat mencoba kabur.

Belakangan diketahui, penganiayaan terhadap seorang istri di Kota Jambi itu terjadi lantaran uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak kunjung cair. Pelaku yang menyuruh istrinya untuk mengurus BLT tersebut namun tak juga cair hingga pelaku gelap mata dengan menganiaya istrinya hingga kritis.

"Pelaku kini sudah kita tangkap. Jadi, sebelum penganiayaan ini terjadi, pagi hari nya itu mereka antara pelaku dan istrinya ini ribut, ribut karena BLT yang selalu diurus sang isteri tidak cair, lalu pelaku emosi," kata Kapolsek Jelutung, Iptu Aidil Munsaf kepada wartawan, Senin (19/4/2021)

Penganiayan yang dilakukan pelaku terhadap istrinya ini terjadi pada Jumat (16/4). Sebelum menganiaya pelaku pada pagi harinya sedang cekcok mulut dengan istrinya, lantaran persoalan BLT. Tak ingin cekcok panjang, pelaku kemudian keluar dari rumah.

Pelaku yang kembali pulang pada malam harinya, tiba-tiba kembali cekcok dengan sang istri hingga pelaku kesal dan menghajar sang istri dengan menggunakan batu gilingan untuk memukul bagian wajah serta pisau dapur untuk menusuk punggung istrinya.

"Saat ini korban masih terbaring dengan menjalani perawatan serius di Rumah Sakit Bhayangkara. Korban juga sempat alami kritis," ujar Aidil.

Dari adanya laporan yang diterima polisi, pelaku kemudian ditangkap tanpa adanya perlawanan. Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku ternyata tidak hanya kali ini menghajar istrinya.

Perbuatan penganiayan terhadap istrinya itu pernah dilakukan pelaku, kala mereka tinggal di Palembang. Saat itu korban juga sempat alami luka parah, hingga pelaku dilaporkan ke polisi.

Anehnya, belum perkara itu selesai pelaku kemudian mebujuk istrinya untuk bersama-sama lagi dengan dalih akan berubah. Terbujur rayuan pelaku, sang istri mengikuti perkataan pelaku dengan kemudian mereka pindah ke Jambi.

"Nah untuk kasus hukumnya yang di Palembang itu belum kelar, masih dalam proses, tetapi dia bawa istrinya ke Jambi," ujar Kanit Reskrim Polsek Jelutung, Ipda Fajarudin.

Atas perbuatan pelaku, kini pelaku harus mendekam di sel tahanan penjara untuk dapat mempertanggunghawabkan perbuatannya.

"Pelaku dikenakan pasal 44 ayat (2) Undang-undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman kurungan penjara 10 tahun penjara," kata Fajar.

Polisi memastikan Hasan menganiaya istrinya bukan lantaran mengalami gangguan kejiwaan. Penganiayan dilakukan Hasan murni lantaran kesal akibat BLT yang diurus istri tak kunjung cair.

"Kita sudah lakukan pengecekan terhadap kejiwaan pelaku, pelaku ini tidak alami gangguan jiwa, pelaku lakukan penganiayaan kepada istrinya itu murni dalam kondisi sadar. Hanya saja ia kesal BLT tidak cair-cair yang diurus istrinya itu," kata Kapolsek Jelutung, Iptu Aidil Munsaf.

Polisi mengatakan Hasan juga tidak dalam pengaruh obat-obatan ataupun minuman keras saat melakukan kekerasan terhadap istrinya. Hubungan antara pelaku dan istrinya ini memang sudah mulai tidak harmonis dan Hasan diketahui bukan baru sekali melakukan kekerasan pada istrinya.

"Perbuatan pelaku ini sudah sangat sadis, sehingga pelaku kini masih kritis dan dirawat di rumah sakit Bhayangkara Polda Jambi. Wajahnya kini alami luka berat karena pukulan dengan batu gilingan dan punggungnya juga di tusuk pakai pisau," kata Aidil.

Lihat juga Video: Tusuk Driver Ojol, Cleaning Service Mall di Blok M Diciduk Polisi

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)