Round-Up

Dugaan Nista Agama Bikin Desak Made Dipolisikan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 23:01 WIB
Desak Made Darmawati menyampaikan permohonan maaf di hadapan Ketua PHDI
Desak Made Darmawati saat menyampaikan permohonan maaf. (Foto: dok. Kemenag)
Jakarta -

Penceramah Desak Made Darmawati dipolisikan oleh sejumlah ormas Hindu. Desak Made Darmawati kemudian dilaporkan terkait dugaan penistaan agama.

Video ceramah Desak Made Darmawati yang diduga menistakan agama Hindu itu berisi soal pengalamannya saat menganut agama Hindu beberapa tahun lalu. Video itu kemudian viral.

Desak Made Darmawati sendiri mengaku tidak bermaksud menistakan atau merendahkan ajaran Hindu. Setelah video ceramahnya viral, Desak Made Darmawati meminta maaf.

"Setelah memperhatikan masukan, saran, dan kritik dari berbagai pihak, maka dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati saya mengakui dan menyadari bahwa pernyataan saya telah melukai masyarakat atau umat Hindu dan pemuka Hindu serta kehidupan umat beragama yang harmoni di dalam masyarakat kita," ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (18/4/2021).

"Oleh karena itu, dengan kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf kepada segenap masyarakat atau umat Hindu dan pemuka agama Hindu serta segenap masyarakat Indonesia," ujarnya.

Pernyataan maaf Desak Made Darmawati itu disampaikan dalam pertemuan di kompleks Pura Mustika Dharma, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (17/4) malam. Pertemuan itu turut disaksikan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama (Kemenag) Tri Handoko Seto, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya, Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro, serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Desak Made Darmawati juga mengaku siap bertanggung jawab jika masalah ini masuk ke ranah hukum. Dia berharap masyarakat menerima permohonan maafnya.

"Permintaan maaf ini tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan kejadian ini telah menyadarkan saya untuk tidak mengulangi lagi dan jadi pembelajaran," kata Desak Made Darmawati.

Ketua Umum PHDI, Wisnu Bawa Tenaya, mengaku telah menerima permintaan maaf dari Dasek Made Darmawati. Dia mengatakan masalah yang ada harus diselesaikan secara baik-baik.

"Mari kita juga saling menghormati. Kita juga berkomitmen jika masalah keumatan, maka akan kita segera selesaikan dengan cara yang baik," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2