Ketum PPP Suharso Dinilai Layak Pimpin Poros Partai Islam, PKS Mau?

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 15:40 WIB
Blak Blakan Bersama Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Kamis (21/3/2019 

TIm blak-blakan detikcom berkesempatan melakukan wawancara dengan Ketua Umum PPP baru Suharso Monoarfa, Jakarta, Kamis (21/3/2019). Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Ketum PPP Suharso Monoarfa (Grandyos Zafna/detik.com)

Pandangan berbeda datang dari pendiri lembaga survei kedaiKOPI Hendri Satrio. Pria yang akrab disapa Hensat ini menilai tak perlu ada pemimpin tunggal di poros partai Islam.

"Enggak perlu ada pemimpinnya, equal saja. Ini seperti ASEAN, semua anggota tim memiliki posisi yang sama. Jadi jawabannya atau keputusannya, keputusan kolektif kolegial, keputusan bersama," ujar Hensat.

Hensat menyarankan lebih baik poros partai Islam mendirikan sekretariat. Di dalam sekretariat itu ada sekjen yang mengatur rumah tangga poros ini.

"Mereka harus bentuk sekretariat, nanti ada sekjen-nya di sekretariat itu, tapi bukan berarti ada ketua yang harus dipatuhi, enggak, jangan. Namanya bukan poros kalau itu mah, partaisasi baru, mending kalau poros ya sama, kolektif kolegial. Kalau enggak, pecah loh, kalau ada yang tinggi dari satu yang lainnya," imbuhnya.


(rfs/zak)