Soal Parpol Poros Islam, Jazilul: Bisa Terjebak Politik Identitas

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 15:36 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menanggapi positif wacana soal poros partai politik (parpol) Islam di 2024 sebagai upaya membangun kekuatan demokrasi dan persatuan yang lebih kuat. Namun di sisi lain, wacana tersebut dinilainya justru bisa membuat publik terjebak pada polarisasi dan politik identitas sehingga sulit terwujud.

"Hemat saya, bila tidak hati-hati, wacana ini bisa terjebak pada polarisasi dan politik identitas. Namun wacana ini masih selevel obrolan warung kopi, tidak jelas format dan arahnya. Menurut saya itu bakal sulit terwujud," ujar Jazilul dalam keterangannya, Sabtu (17/4/2021).

Wakil Ketua Umum DPP PKB ini mengatakan penggunaan istilah poros partai Islam menjadi persoalan tersendiri karena akan sulit diterima oleh publik. Pihaknya menyarankan menggunakan istilah lain seperti misalnya koalisi kebangkitan dan keadilan, atau koalisi persatuan Indonesia.

"Saya setuju pada semangatnya, tapi tidak harus menggunakan istilah Koalisi Partai Islam. Daripada menggunakan kosa kata Islam karena Islam itu agama, jadi mungkin di Indonesia ini malah mengecilkan poros itu sendiri," urainya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa wacana tersebut baru sebatas obrolan warung kopi yang tidak jelas format dan arahnya. Menurutnya, politik Indonesia butuh sesuatu dan alternatif yang baru dari parpol maupun tokoh-tokoh parpol untuk menawarkan ide-ide segar untuk Indonesia

Oleh karena itu, kata Jazilul, pembentukan Koalisi Poros Partai Islam tidak akan terjadi jika harus memaksakan penggunaan istilah agama.

"Tapi bahwa idenya dari moralitas Islam, itu iya. Tapi kalau formalitas menggunakan istilah Islam, saya tidak terlalu yakin. Lebih baik dikatakan Poros Kebangkitan, Poros Keadilan, atau Poros Persatuan yang arahnya untuk menawarkan ide-ide baru bagi penguatan demokrasi, sekaligus penguatan ekonomi umat, pemberdayaan umat, pendidikan, dan macam-macam, jadi harus ada langkah-langkahnya," tuturnya.

Sebelumnya, pertemuan petinggi PKS dan PPP memunculkan wacana Poros Partai Islam pada 2024. Wacana tersebut kemudian bergulir dalam diskursus publik yang belakangan ramai diperbincangkan. Ada yang menyambut baik wacana tersebut sebagai sebuah gagasan baru, namun juga ada yang menganggap langkah tersebut sulit terwujud.

"Kita tunggu saja, ini akan berjalan secara alami saja," pungkasnya.

Lihat Video: PKB Masih Pikir-pikir Untuk Bergabung ke Poros Islam

[Gambas:Video 20detik]






Simak Video "PKB Masih Pikir-pikir Untuk Bergabung ke Poros Islam"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ega)