Petugas Damkar Jago Tangkap Kobra hingga Copot Cincin Warga

Deden Gunawan - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 15:32 WIB
Petugas Dinas Damkar Depok berhasil menangkap seekor ular kobra
Seorang petugas Damkar Depok berhasil menangkap ular Kobra di rumah warga. (Foto: dok. Damkar Depok)
Jakarta -

Meski nama resmi profesinya pemadam kebakaran (damkar), para petugas yang terlibat tak cuma dituntut mampu memadamkan kebakaran. Ada kalanya mereka juga dimintai bantuan untuk memotong pohon tumbang akibat angin dan hujan lebat.

Tak cuma itu. Menurut Sandi Junior Butar Butar, yang telah lima tahun bertugas Dinas Damkar Kota Depok, mereka juga sering diminta menangkap ular berbisa dan satwa liar lainnya di permukiman warga. Mulai ular kobra dan sanca, biawak, hingga sarang tawon.

"Kami juga pernah diminta menyelamatkan kucing yang terjepit di plafon atap rumah seorang warga. Ada juga kucing terjebak di septic tank," kata Sandi saat berbincang dengan tim Blak-blakan detikcom Sabtu (17/4/2021).

Sementara itu, di Instagram dan Facebook Dinas Damkar Depok, ada informasi petugas ada kalanya didatangi untuk mencopot cincin di jari warga. Cincin yang lama dikenakan tak bisa dilepas, sementara jari si pemakai membesar. Atau cincin yang dikenakan merupakan barang temuan di jalan lalu dikenakan begitu saja tapi kemudian tak bisa dilepas. Akhirnya warga datang langsung ke Dinas Damkar.

Di kesempatan lain, petugas Damkar juga harus punya kecekatan dan kepiawaian ala psikolog. Hal itu diperlukan saat harus membujuk dan mengevakuasi seseorang yang mengalami gangguan jiwa dari tempat berbahaya. Atau ada warga yang ingin melakukan bunuh diri.

Lika-liku pengabdian semacam itulah yang membuat Sandi betah melakoni profesi sebagai petugas Damkar. Padahal sejak awal bekerja, Oktober 2015, dia mengaku gajinya selalu dipotong ratusan ribu rupiah. Dalih atasan yang memotong untuk iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Selain itu, perlengkapan kerja sudah bertahun-tahun tak diperbarui sehingga kondisinya sudah usang dan compang-camping.

"Tapi semua kerja payah kita terbayar bila api berhasil dipadamkan atau berhasil menolong apa yang dibutuhkan warga dan mereka menyampaikan terima kasih. Itu tak ternilai dengan uang," kata Sandi.

(jat/jat)