Wagub Bali Minta Pemerintah Tak Larang Wisata Saat Larangan Mudik

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 13:43 WIB
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di DPRD Bali
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di DPRD Bali. (Sui/detikcom)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meminta pemerintah pusat tidak menutup pariwisata di Pulau Dewata meski ada larangan mudik. Larangan mudik itu mulai 6 sampai 17 Mei 2021.

"Kita masih mengusahakan untuk Bali untuk tujuan pariwisata jangan sampai dilaranglah," pinta Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di DPRD Bali, Senin (19/4/2021).

Cok Ace mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam sebuah rapat online. Besok pihaknya akan melakukan webinar lagi untuk mendapatkan jawaban tersebut.

"Besok kami ada rapat lagi. Mudah-mudahan ada jawaban yang lebih konkret," kata Cok Ace, yang juga Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Bali.

Cok Ace mengatakan masyarakat yang mengunjungi Bali menjelang Lebaran bukanlah untuk mudik, melainkan berlibur. Mereka juga merupakan wisatawan yang dibuka pada Juli lalu.

"Ini pertimbangan kami mohon agar untuk wisatawan dikecualikan," ujarnya.

Cok Ace menilai, meski diizinkan, masyarakat yang berwisata ke Bali tidak akan membeludak pada masa pandemi. Dia memprediksi wisatawan yang bakal datang tidak lebih dari 10 ribu orang.

"Ya sebanyak-banyaknya kan situasi begini paling juga angkanya masih 10 ribuan. Nggak lebih. Sekarang kan 4.000, 6.000 (yang datang ke Bali)," terang Cok Ace.

Seperti diketahui, pemerintah bakal memberlakukan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19. Bali sendiri bakal melakukan penyekatan di lima titik untuk mencegah masyarakat mudik.

Dirlantas Polda Bali Kombes Indra mengatakan kelima titik penyekatan itu berada di sejumlah persimpangan jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai.

"Ya nanti ada penyekatan. Kita sudah ada lima titik penyekatan nanti, baik yang ke arah Bali melalui Gilimanuk menuju Jawa maupun melalui Padangbai menuju Nusa Tenggara Barat," kata Indra.

Penyekatan menuju Pelabuhan Gilimanuk, kata dia, dilakukan di tiga titik, yakni di Simpang Tiga Umanyar, Simpang Tiga Megati-Tabanan, dan di Pelabuhan Gilimanuk sendiri. Kemudian penyekatan menuju Pelabuhan Padangbai dilakukan di Simpang Empat Masceti-Gianyar dan Simpang tiga Padangbai.

"Nanti kalau orang yang mau masuk pelabuhan pas mudik dia, kita (minta) putar arah pasti. Makanya mulai kita ingatkan dari sekarang, kita kan sekarang mulai operasi keselamatan, jadi kita juga mengimbau mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik dalam rangka untuk mencegah penyebaran COVID-19," terang Indra.

(idh/idh)