Heboh Pria Ngaku Nabi Ke-26, Muhammadiyah Ajak Umat Urus Hal Maslahat

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 20:42 WIB
Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Muti,
Foto: Abdul Mu'ti (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

PP Muhammadiyah meminta umat Islam untuk tidak resah atas ucapan Jozeph Paul Zhang yang diduga menista agama dan mengaku Nabi ke-26. Muhammadiyah mengajak umat Islam mengurus hal-hal yang lebih bermanfaat.

"Umat Islam tidak perlu resah karena sudah tahu bahwa semua yang dikatakan Jozeph itu salah. Kita urus hal-hal yang lebih maslahat untuk kemajuan umat," kata Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, di akun Twitter-nya seperti dilihat Minggu (18/4/2021).

Mu'ti meminta Jozeph Paul Zhang diusut polisi. Namun di samping itu, kata Mu'ti, kejiwaan Jozeph Paul Zhang juga perlu diperiksa.

"Selain pemeriksaan oleh kepolisian, saya kira perlu ada pemeriksaan kejiwaan," kata Mu'ti.

Seperti diketahui, Jozeph Paul Zhang mendadak viral di media sosial karena diduga menista agama dan Nabi Muhammad SAW. Dia membuat sayembara, menantang warga untuk melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26.

Atas aksinya itu, Jozeph dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Husin Shahab, kemarin. Laporan itu teregister LP/B/0253/IV/2021/BARESKRIM tertanggal 17 April 2021.

Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Interpol untuk memburu keberadaan Jozeph Paul Zhang. Dikutip Antara, Minggu (18/4/2021), Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menegaskan keberadaan Jozeph Paul Zhang di luar negeri tidak menghalangi untuk mendalami perkara tersebut dan sedang menyiapkan dokumen penyidikan.

"Mekanisme penyidikannya akan terus berjalan walaupun yang bersangkutan di luar negeri," kata Agus.

Bareskrim Polri bekerja sama dengan kepolisian luar negeri dan membuat daftar pencarian orang (DPO) terhadap Jozeph Paul Zhang. Hal itu dilakukan agar Jozeph Paul Zhang bisa dideportasi dari negara tempat dia berada.

"Mekanisme kerja sama kepolisian luar negeri bisa berjalan, mau nggak negara tempat yang bersangkutan tinggal mendeportasi yang bersangkutan. DPO nanti akan diterbitkan," kata Agus.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin masih mencari infomasi mengenai Jozeph Paul Zhang. KBRI Berlin menyebut Jozeph Paul Zhang bukanlah nama asli.

"Masih kita selidiki. Dalam data kita tidak ada data dengan nama demikian (Jozeph). Sementara diyakini nama aslinya bukan itu," ujar Pensosbud KBRI Berlin Hannan Hadi, saat dihubungi, Minggu (18/2).

(knv/eva)