Terpopuler Sepekan

Aksi Jason Aniaya Perawat di Palembang Berujung Ditahan Polisi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 10:10 WIB
Jakarta -

Jason Tjakrawinata alias JT (38) memicu kehebohan setelah aksi penganiayaannya terhadap perawat perempuan RS Siloam Sriwijaya viral di media sosial. Akibat perilakunya itu, Jason akhirnya menjadi tersangka dan ditahan.

Kejadian penganiayaan ini terjadi pada Kamis (15/4/2021), pukul 13.30. Peristiwa ini terekam dan menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat perawat bernama Christina dianiaya keluarga pasien hingga memar di perut dan wajah.

Direktur Keperawatan RS Siloam Sriwijaya Palembang Benedikta Beti Bawaningtyas menjelaskan, awalnya anak tersangka Jason yang berusia 2 tahun dirawat di lokasi kejadian. Karena sudah diperbolehkan pulang, korban mencabut selang infus.

Namun hal yang tak diinginkan terjadi. Saat itu ibu pasien menggendong pasien hingga tangan pasien mengeluarkan darah. Perawat lantas segera mengganti plester sembari menghentikan perdarahan pasien.

Tidak disangka-sangka, tersangka Jason datang dan menganiaya perawat tersebut. Korban mengalami memar di mata kiri, bengkak di bibir, dan sakit pada perut.

"Ketika menemui pelaku, kami datang bertiga. Memang dia menyuruh yang tidak berkepentingan disuruh keluar, namun kami menolak karena kami yang bertanggung jawab, baik terhadap pasien dan perawat. Pelaku melontarkan pertanyaan, belum sempat dijawab dia langsung menampar wajah perawat kami," jelasnya.

Selanjutnya, Jason juga memaksa korban bersujud meminta maaf. Pada saat yang sama, dia juga menendang perut korban.

"Pelaku juga memaksa perawat kami bersujud meminta maaf. Di saat itu juga, dia menendang perut perawat kami. Melihat kejadian tersebut, kami sempat menghalangi dan melerai. Namun pelaku justru menarik rambut korban hingga petugas keamanan RS pun berdatangan dan mengamankan korban karena terluka dan memar," ujar Benedikta.

Aksi penganiayaan itu berhenti setelah salah seorang polisi yang berada di lokasi menegur pelaku. Dia mencoba memperingatkan pelaku yang juga mengaku sebagai polisi untuk tidak main hakim sendiri.

Pihak RS Siloam Sriwijaya bersama Christina kemudian memutuskan melaporkan penganiayaan tersebut ke Polrestabes Palembang. Tidak lama berselang, pelaku dicokok aparat di kediamannya.