Round-Up

Korban KKB di Papua Berjatuhan, Komnas HAM Turun Tangan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 06:01 WIB
Sebanyak 12 unit bangun sekolah yang dibakar KKB di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak (ANTARA News Papua/HO-Humas Polsek Beoga)
Sebanyak 12 unit bangun sekolah yang dibakar KKB di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak (ANTARA News Papua/HO-Humas Polsek Beoga)
Jakarta -

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membunuh warga sipil dan membakar gedung sekolah di Kabupaten Puncak, Papua. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menurunkan tim untuk membantu meredakan situasi.

KKB membakar 12 ruang sekolah di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Distrik Beoga. Pembakaran pertama dilakukan pada Kamis (7/4) sore lalu di SMA Negeri I Beoga, dan pembakaran kedua dilancarkan gerombolan itu pada Minggu (11/4) lalu di SMP Negeri I Beoga. Tak hanya membakar gedung, mereka juga membunuh guru dan siswa.

Pada Kamis (8/4) lalu, seorang guru SD atas nama Oktavianus Rayo (43) tewas ditembak KKB di Kampung Julukoma. Pada Jumat (9/4), guru SMP bernama Yonathan Randen tewas ditembak KKB. Tukang ojek bernama Udin (41) tewas ditembak KKB di Pasar Ilaga, pada Rabu (14/4). Pada Kamis (15/4), seorang pelajar SMA di Ilaga tewas ditembak KKB.

Komnas HAM turun tangan

Komnas HAM mengirim tim untuk mengupayakan agar KKB menghentikan kekerasan. Caranya, Komnas HAM berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat tempat KKB berada.

"Supaya mengajak katakanlah kelompok yang selama ini sebagai kelompok di belakang KKB itu untuk mau melakukan penghentian kekerasan. Komnas selalu mengatakan 'hentikan kekerasan ini'. Karena merugikan semua pihak yang ada di sana," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/4) kemarin.

Tim juga dikirim untuk memberi nasihat ke aparat di lokasi, supaya situasi menjadi lebih aman. Komnas HAM menilai KKB sudah semakin menyebar.

"Kita sudah kirim tim. Tim kita sudah memberikan penjelasan, bahkan memberikan masukan kepada kepolisian di sana, supaya cepat melakukan tindakan. Memang sudah banyak tindakan seperti itu, karena apa? Karena KKB semakin menyebar," ujar Taufan.

Simak video 'Pendeta di Beoga Ungkap Kekejian KKB: Sekolah, Anak Perempuan Hancur':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, Komnas HAM tak ingin tindakan hukum selanjutnya malah menyasar warga sipil:

Selanjutnya
Halaman
1 2