BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Berdampak ke Cuaca di Jabodetabek

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 21:39 WIB
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan siklon tropis Surigae yang saat ini berada di Samudra Pasifik utara Papua Barat tidak mempengaruhi cuaca di wilayah Jabodetabek. Sebab jarak antara siklon tropis Surigae berjauhan dengan wilayah Jabodetabek.

"Siklon tropis Surigae tidak berdampak ke Jabodetabek. Namun cuaca Jabodetabek saat ini dipengaruhi oleh Sirkulasi Siklonik di Samudra Hindia Barat Bengkulu, dan perlambatan angin di atas Banten-Jawa Barat," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangannya, Sabtu (17/4/2021).

Dia menjelaskan, sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu tersebut membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan barat Lampung hingga Samudra Hindia barat Lampung. Kondisi ini menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang sistem sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konfluensi.

BMKG juga memantau adanya daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya yang memanjang dari perairan barat Aceh hingga Sumatera Utara bagian selatan, dari Teluk Bone hingga Sulawesi Barat bagian utara.

"Kondisi ini dapat meningkatkan potensi awan hujan di sepanjang wilayah konvergensi tersebut," katanya.

Guswanto menambahkan, siklon tropis Surigae diprediksi tidak melintasi wilayah Indonesia dan cenderung menjauh. Saat ini siklon tropis Surigae berada di Samudra Pasifik utara Papua Barat pada koordinat 10,6 LU, 131,3 BT atau sekitar 1.310 km sebelah utara barat laut Manokwari.

Siklon bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan 18 km/jam dan dengan kekuatan 80 knot (150 km/jam) dan tekanan 955 hPa. Diprediksikan dalam 24 jam ke depan intensitas siklon tropis Surigae diperkirakan akan meningkat dan bergerak ke barat.

Siklon Surigae memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di wilayah Indonesia berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Barat.

Dampak lainnya yaitu tinggi gelombang 1,25-2,5 meter yang berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung-Likupang, Laut Maluku, perairan selatan Sulawesi Utara, perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, perairan Raja Ampat bagian utara, perairan Manokwari, perairan Biak, Teluk Cendrawasih bagian utara, dan perairan Jayapura-Sarmi.

Tinggi gelombang 2,5-4 meter juga berpeluang terjadi di Samudra Pasifik Utara Halmahera, Samudra Pasifik Utara Jayapura. Selain itu, gelombang setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Biak.

(jbr/lir)