Kontroversi Vaksin Nusantara, 105 Tokoh Dukung BPOM

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 16:52 WIB
Gedung BPOM, Balitbangkes, dan P2PL
Ilustrasi BPOM (Firdaus Anwar/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah tokoh nasional menyatakan dukungan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyusul tekanan terhadap lembaga tersebut terkait kontroversi vaksin Nusantara. Total ada 105 tokoh dari berbagai kalangan yang bakal memberikan dukungan, termasuk mantan wakil presiden hingga mantan menteri.

"Setiap penelitian vaksin perlu diputuskan oleh lembaga yang memiliki otoritas, perlu diputuskan oleh lembaga negara yang memiliki otoritas. Kita punya BPOM RI. Kami, yang nama-namanya tercantum di bawah ini, bersikap berpegang pada pendirian BPOM yang merupakan badan resmi di Indonesia dan bekerja berdasarkan prosedur-prosedur, disiplin, dan integritas ilmiah," kata juru bicara acara deklarasi ini, Alif Iman Nurlambang, lewat keterangannya, Sabtu (17/4/2021).

Alif mengatakan para tokoh ini mendukung BPOM untuk bekerja secara independen. Pihaknya menghargai soal pengembangan vaksin yang ada, namun tetap harus mengindahkan asas-asas ilmiah.

"Biarkan BPOM bekerja tenang bersama tim pakarnya. Kami percaya pada integritas keilmuan dan independensi mereka. Selama ini, BPOM telah mengabdi untuk menjaga kesehatan masyarakat di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka yang bekerja di BPOM telah membuktikan diri sebagai patriot tanpa banyak retorika, teguh menghadapi tekanan dari mana saja," ucap Alif.

"Kami, warga Republik, berdiri bersama mereka. Setiap penelitian dan pengembangan vaksin dan obat, kami hargai sebagai ikhtiar membuka kemungkinan baru melawan pandemi. Tentu dengan tetap mengindahkan asas-asas ilmiah," tambahnya.

Berikut nama-nama 105 tokoh yang akan memberi dukungan kepada BPOM:

1. A Mustofa Bisri
2. Abdillah Toha
3. Ade Armando
4. Adi R Adiwoso
5. Ahmad Syafi'i Maarif
6. Ainun Najib
7. Akmal Taher
8. Alissa Wahid
9. Anak Agung Gede Ariawan
10. Ananda Sukarlan
11. Andreas Harsono
12. Andy Budiman
13. Anita Wahid
14. Anton Rahardjo
15. Arief Anshory Yusuf
16. Arief T. Surowidjojo
17. Avianti Armand
18. Azyumardi Azra
19. Betti Alisjahbana
20. Boediono
21. Budi Haryanto
22. Budiati Prasetiamartati
23. Butet Kertaradjasa
24. Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives
25. Christine Hakim
26. Dicky Budiman
27. Dicky Pelupessy
28. Djoko Susilo
29. Emil Salim
30. Erry Riyana Hardjapamekas
31. Goenawan Mohamad
32. Halik Malik
33. Harkristuti Harkrisnowo
34. Henny Supolo Sitepu
35. Herawati Supolo Sudoyo
36. Herlambang P. Wiratraman
37. Imam B. Prasodjo
38. Indang Trihandini Harun
39. Indrawati Hadi
40. Ines Irene Atmosukarto
41. Iqbal Elyazar
42. Irma Hidayana
43. Ismid Hadad
44. Isnani Suryono Salim
45. Jajang C. Noer
46. Jatna Supriatna
47. Jilal Mardhani
48. Joko Anwar
49. KawalCovid19.id
50. Kemal Azis Stamboel
51. Komaruddin Hidayat
52. Kresna Astraatmadja
53. Kuntoro Mangkusubroto
54. Lelyana Santosa
55. Lenny Ekawati
56. Lies Marcoes
57. Lukiarti Rukmini
58. Lukman Hakim Saifuddin
59. Manik Marganamahendra
60. Manneke Budiman
61. Mardiana Oemar
62. Maria Hartiningsih
63. Mayling Oey
64. Metta Dharmasaputra
65. Mochtar Pabottingi
66. Multamia Lauder
67. Nachrowi D. Nachrowi
68. Natalia Soebagjo
69. Nida P.H. Nasution
70. Nina Mutmainah
71. Nuning W. Wiradijaya
72. Olga Lydia
73. Omi K. Nurcholish Madjid
74. Pandu Riono
75. Pratiwi Sudarmono
76. Purwantyastuti
77. R. Hario Soeprobo
78. R. Woodrow Matindas
79. Rachmat Irwansjah
80. Ratna Djuwita
81. Ratna Sitompul
82. Riris K. Toha Sarumpaet
83. Rochmat Wahab
84. Sandra Hamid
85. Saparinah Sadli
86. Sarwono Kusumaatmadja
87. Shanti L. Poesposoetjipto
88. Sidrotun Naim
89. Sigit Pramono
90. Siti Annisa Nuhonni
91. Siti Masmuah
92. Sjamsiah Achmad
93. Suryono S.I. Santoso
94. Susi Dwi Harijanti
95. Suwarno Wisetrotomo
96. Syakieb Sungkar
97. Tini Hadad
98. Tirta Mandira Hudi
99. Tunggal Pawestri
100. Ulil Abshar Abdalla
101. Unggul Budi Husodo
102. Usman Hamid
103. Wien Kusharyanto
104. Zainal Arifin Mochtar
105. Zumrotin K. Susilo

Seperti diketahui, vaksin Nusantara besutan mantan Menkes Terawan Agus Putranto menimbulkan polemik. Vaksin ini belum memperoleh restu dari BPOM untuk lanjut ke uji klinis fase II. Alasannya, ada beberapa hal yang harus diperbaiki dalam uji klinis vaksin Nusantara.

Sejumlah tokoh hingga anggota DPR menjadi relawan penelitian ini. Terawan sempat muncul dan langsung menyuntikkan vaksin Nusantara ke mantan Ketum Golkar Aburizal Bakrie. Selain itu, sejumlah tokoh telah diambil sampel darahnya untuk proses vaksinasi vaksin Nusantara, antara lain mantan Menkes Siti Fadilah, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, hingga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Dukungan Guru Besar FK UI

Guru besar FK UI Akmal Taher menyampaikan alasan mendukung BPOM terkait kontroversi Vaksin Nusantara. Akmal mengatakan proses penelitian termasuk vaksinasi harus dilakukan sesuai dengan etik dan mendapat persetujuan lolos uji dari BPOM.

"Jadi jelas ada pelanggaran peraturan, karena itu ada di peraturannya di peraturan pemerintah. Secara etik itu yang bisa mengenai juga yang melakukan penelitiannya. Karena secara kedokteran kita punya etik dan melakukan suatu uji klinis itu kita juga musti ikut aturan pada mendapat ethical clearance," kata Akmal saat mendeklarasikan dukungan secara virtual, Sabtu (17/4/2021).

"Masalahnya bukan hanya itu, karena ethical clearance itu dikeluarkan oleh komisi etik. Tapi untuk fase seperti ini harus dapat izin dari BPOM juga jadi ada dua sebenarnya yang akan menjaga itu, saya kira itu yang dilanggar," sambungnya.

Akmal mengatakan fase satu Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu belum memenuhi syarat untuk diteruskan ke fase berikutnya. Untuk itu, dia menyebut proses fase selanjutnya tidak boleh diteruskan.

"Kasus ini itu kan fase satunya sekarang sudah dinilai belum memenuhi syarat untuk dijalankan ke fase dua, nah itu mestinya nggak boleh dilakukan. Kalau itu sangat clear itu," tuturnya.

Tonton juga Video: Anang dan Ashanty Ikut Vaksinasi Vaksin Nusantara di RSPAD

[Gambas:Video 20detik]






(run/jbr)