3 Insiden Peluru Nyasar di Jakarta: Lubangi Kaca Gedung-Lukai Bumil

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 10:56 WIB
Peluru nyasar ke sebuah gedung di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan. Insiden peluru nyasar ini mengakibatkan kaca gedung berlubang (Dok istimewa)
Peluru nyasar ke sebuah gedung di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan. (Foto: dok. istimewa)


Peluru Nyasar ke Rumah Warga di Jakbar

Dua pekan berselang, peluru nyasar juga terjadi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Peristiwa itu terjadi pada Senin (12/4) pukul 05.30 WIB.

Peluru nyasar mengenai rumah kontrakan yang berlokasi di RT 09 RW 10 Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Saat itu, pemilik kontrakan sedang tertidur. Pemilik rumah terbangun setelah mendengar bunyi ledakan di rumahnya.

"Pemilik kontrakan lagi tidur jam 05.30 WIB," kata Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Robinson Manurung saat dimintai konfirmasi, Senin (12/4).

Polisi telah mengecek ke lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sebuah proyektil.

Barang bukti tersebut telah diamankan polisi. Sementara itu, kasusnya masih diselidiki.

Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Proyektil peluru nyasar mengenai plafon rumah warga.

Selanjutnya, peluru nyasar di gedung di TB Simatupang


Kaca Gedung Berlubang Akibat Peluru Nyasar

Tiga hari berselang, tepatnya Kamis (15/4), benda yang diduga peluru nyasar mengenai gedung Sovereign Plaza lantai 8 di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan. Kaca gedung tersebut berlubang imbas peristiwa tersebut.

Peluru nyasar itu diketahui pertama kali oleh office boy (OB) saat membersihkan ruangan. OB melihat pecahan kaca di ruangan itu serta kaca jendela yang berlubang.

Awalnya, ada dugaan peluru nyasar itu berasal dari Lapangan Tembak Marinir yang berada di dekat lokasi. Namun ada sejumlah bukti petunjuk yang membuat kemungkinan itu kecil terbukti.

Kapolsek Cilandak Kompol Iskandarsyah mengatakan kaca berlubang akibat peluru nyasar itu baru diketahui salah satu pegawai pada Kamis (15/4) sekitar pukul 07.00 WIB. Sementara itu, kegiatan menembak di Lapangan Tembak Marinir baru terjadi pada pukul 09.00 WIB.

"Kalau paginya belum ada latihan tembak, paginya ya. Karena latihan tembak itu mulai pukul 09.00 WIB kita tanya," kata Iskandarsyah saat dihubungi, Jumat (16/4).

Dari posisi asal dugaan peluru nyasar itu berasal dan posisi Lapangan Tembak Marinir berada, Iskandarsyah mengaku keduanya tidak memiliki keterkaitan.

Dia menyebut posisi Lapangan Tembak Marinir berada di sisi timur atau samping gedung Sovereign Plaza. Sementara arah asal peluru nyasar diduga berasal dari depan gedung.

"(Arah peluru nyasar) dari depan," ujarnya.

Meski begitu, Iskandarsyah menyebut pihaknya masih menunggu hasil pengecekan dari pihak Labfor Polri.

Halaman

(ygs/mei)