7 Fakta Keluarga Pasien Tega Aniaya Perawat RS Siloam

ADVERTISEMENT

Round-up

7 Fakta Keluarga Pasien Tega Aniaya Perawat RS Siloam

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 08:42 WIB

1. Diminta Sujud Lalu Ditendang Keluarga Pasien

Pihak Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, menyesalkan aksi penganiayaan Christina. Direktur Keperawatan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Tata, mengatakan Christina mengalami memar.

"Kejadian penganiayaan ini semestinya tidak perlu terjadi. Kami manajemen RS Siloam sangat menyesalkan perbuatan pelaku karena kami sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk pasien yang dirawat," kata Tata ketika dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (16/4/2021).

Peristiwa itu, kata Tata, awalnya terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu anak pelaku dirawat di lokasi kejadian. Karena sudah diperbolehkan pulang, korban mencabut selang infus.

"Dikarenakan pasien merupakan anak pelaku dan masih berusia 2 tahun, sedang aktif-aktifnya, kita berhati-hati untuk mencabut selang infus," imbuhnya.

Namun, sambung Tata, hal yang tak diinginkan terjadi. Saat itu ibu pasien menggendong pasien hingga tangan pasien mengeluarkan darah.

"Melihat itu, perawat kami langsung mengganti plester yang berdarah, sembari menghentikan darah di tangan pasien. Saat kejadian pelaku tidak berada di lokasi," bebernya.

Sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku datang dan memanggil perawat tersebut. Sang istri mungkin menceritakan kejadian tersebut kepada pelaku.

"Ketika menemui pelaku, kami datang bertiga. Memang dia menyuruh yang tidak berkepentingan disuruh keluar, namun kami menolak karena kami yang bertanggung jawab, baik terhadap pasien dan perawat. Pelaku melontarkan pertanyaan, belum sempat dijawab dia langsung menampar wajah perawat kami," jelasnya.

Selanjutnya, pelaku juga memaksa korban bersujud meminta maaf. Di saat yang bersamaan pelaku juga menendang perut korban.

"Pelaku juga memaksa perawat kami bersujud meminta maaf. Di saat itu juga dia menendang perut perawat kami. Melihat kejadian tersebut, kami sempat menghalangi dan melerai, namun pelaku justru menarik rambut korban. Hingga petugas keamanan RS pun berdatangan dan mengamankan korban karena terluka dan memar," ujar Tata.

2. Tak Tunggu Penjelasan, Keluarga Pasien Langsung Tampar Perawat

Pelaku juga disebut langsung menampar wajah perawat Christina tanpa menunggu penjelasan. Dia sempat melontarkan pertanyaan. Namun, sebelum pertanyaan tersebut dijawab, pelaku malah menampar perawat.

"Ketika menemui pelaku, kami datang bertiga. Memang dia menyuruh yang tidak berkepentingan disuruh keluar, namun kami menolak karena kami yang bertanggung jawab, baik terhadap pasien dan perawat. Pelaku melontarkan pertanyaan, belum sempat dijawab dia langsung menampar wajah perawat kami," kata Tata.

3. Keluarga Pasien Setop Aniaya Perawat Setelah Polisi Melerai

Aksi penganiayaan itu berhenti setelah salah seorang polisi yang berada di lokasi menegur pelaku.

"Kebetulan dalam kamar yang sama itu berada anggota polisi. Dia mencoba memperingatkan pelaku yang juga mengaku sebagai anggota polisi, untuk tidak main hakim sendiri," kata Tata.

Tata menyesalkan insiden penganiayaan yang menimpa perawat Christina Remauli (27). RS Siloam, kata Tata, sudah berusaha melayani pasien secara maksimal.

"Kejadian penganiayaan ini semestinya tidak perlu terjadi. Kami manajemen RS Siloam sangat menyesalkan perbuatan pelaku karena kami sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk pasien yang dirawat," kata Tata.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT