Penganiaya Perawat RS Siloam Juga Dilaporkan Rusak HP

Prima Syahbana - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 17:48 WIB
Palembang -

Kasus pria keluarga pasien menganiaya seorang perawat di RS Siloam Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), berbuntut panjang. Selain penganiayaan terhadap Christina Remauli (27), pelaku berinisial JS dilaporkan ke polisi atas kasus perusakan.

"Benar pelapor atas Ardana Reswara Permatasari (31), yang juga merupakan perawat. Ia melaporkan terlapor JS dalam kasus perusakan," kata Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, Kompol M Abdullah, ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (16/4/2021).

Dalam laporannya, kata Abdul, pelapor Ardana melaporkan pria berinisial JS karena merusak handphone (HP) perawat lainnya. Kedua perawat sudah membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

"Dalam laporan tersebut, pelapor mengatakan ia telah menjadi korban dari kemarahan dan arogansi pelaku, mengingat ponsel miliknya dirusak," terangnya.

Kejadian itu berawal saat terjadi keributan antara perawat dan pihak keluarga pasien. Perawat yang melihat kejadian itu lalu mengeluarkan HP untuk merekam peristiwa penganiayaan terhadap Christina Remauli. Pria berinisial JS lalu membanting HP tersebut ke lantai hingga rusak.

Laporan tersebut sudah diterima kepolisian dengan nomor: 686/IV/2021/Spkt/PolrestabesPalembang/PoldaSumsel. Polisi masih mendalami laporan korban, baik perawat korban penganiayaan maupun perawat yang jadi korban perusakan HP.

"Karena terlapornya sama, kasusnya saat ini sedang kita selidiki. identitas pelaku sudah kita kantongi. Bagaimana hasilnya nanti akan kita sampaikan kembali. Intinya pelaku masih lidik," jelas PS Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, secara terpisah.

Ketika disinggung soal pengakuan pelaku yang menurut pihak rumah sakit sempat mengaku sebagai polisi, Tri menyebut pihaknya masih menyelidiki kebenaran informasi tersebut.

"Ya masih diselidiki. Kalau pelaku bukan polisi dan terbukti mengaku sebagai polisi itu jelas salah. Apalagi kalau sampai membentak salah satu anggota yang mencoba melerai," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, penganiayaan terhadap Christina Remauli terjadi pada Kamis (15/4) sekitar pukul 13.30 WIB. Korban yang mengalami memar di mata kiri, bengkak di bibir, dan sakit pada perut lalu melapor ke Polrestabes Palembang.

Direktur Keperawatan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Tata, menjelaskan awalnya perawat mencabut infus pasien yang masih anak-anak.

"Dikarenakan pasien merupakan anak pelaku dan masih berusia dua tahun, sedang aktif-aktifnya, kita berhati-hati untuk mencabut selang infus," kata Tata ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/4).

Namun, lanjutnya, hal yang tak diinginkan terjadi, di mana ibu pasien mengendong pasien hingga tangan pasien mengeluarkan darah. Perawat sempat mengganti plester sembari menghentikan pendarahan pasien. Tak lama kemudian, terjadi penganiayaan yang dilakukan pria berinisial JS tersebut.

(jbr/idh)