Kemendagri Panggil Ulang Sandi Damkar 'Pembongkar Korupsi' Pekan Depan

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 08:00 WIB
Petugas Damkar Depok Sandi Bongkar Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok
Petugas Damkar Depok Sandi membongkar dugaan korupsi di Dinas Damkar Depok (dok. Anggota Damkar Sandi)
Jakarta -

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan kembali memanggil petugas Damkar Kota Depok, Sandi, yang membongkar dugaan tindak pidana korupsi di institusinya. Pemanggilan dijadwalkan dilakukan Senin (19/4) depan.

"Karena waktu undangan pertama yang bersangkutan belum bisa hadir. Mudah-mudahan bisa hadir hari Senin," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benny Irwan saat dihubungi, Jumat (16/4/2021).

Benny mengatakan pihaknya telah membentuk tim pemeriksaan terkait kasus ini. Benny menuturkan, nantinya Sandi akan bertemu dengan tim pemeriksa dan pihak inspektorat daerah.

"Nanti akan bertemu dengan tim pemeriksa yang sudah dibentuk oleh Kemendagri, yang juga akan dibantu oleh perwakilan dari inspektorat daerah," kata Benny.

Dia mengatakan beberapa pertanyaan akan diberikan terkait dugaan korupsi yang dibongkar Sandi. Menurutnya, pihaknya memerlukan informasi secara terperinci.

"Pembahasan tentunya seputar informasi yang sudah disampaikan Pak Sandi. Tim tentunya perlu mendapatkan keterangan dan informasi yang lebih rinci dan jelas," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Sandi mengaku telah mendapatkan surat panggilan dari Kemendagri. Dia juga menyebut akan hadir sesuai waktu yang ditentukan.

"Iya (akan hadir)," ujar Sandi.

Tim Kemendagri diketahui sudah memanggil Sandi dan pejabat Damkar Depok pada Kamis (15/4). Namun Sandi tidak hadir sehingga pemanggilan kembali dijadwalkan.

Sebelumnya, Sandi membongkar dugaan korupsi itu dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok beberapa waktu lalu dan viral di media sosial. Dalam aksi itu, Sandi membawa poster bertulisan 'Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'.

Selanjutnya
Halaman
1 2