Dinkes Manado Tunda Gaji PHL, Alasan Refocusing Dana COVID-19

Trisno Mais - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 15:57 WIB
nakes yang merawat pasien corona
Ilustrasi tenaga kesehatan (Adhar Muttaqin/detikcom)
Manado -

Sebanyak 303 pekerja harian lepas (PHL) Dinas Kesehatan Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mengaku hingga saat ini belum menerima gaji mereka. Dinkes Manado menyebut gaji para PHL tertunda karena adanya refocusing dana COVID-19.

"Anggaran yang lagi kami sesuaikan untuk membayar 303 orang di pergeseran, yang berdasarkan hasil seleksi BKD, mereka ini ada yang sudah bekerja, tapi ada juga yang menunggu SK dirumahkan," kata Kepala Dinkes Manado dr Ivan Marthen saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (16/4/2021).

Ivan menjelaskan penundaan pembayaran dilakukan karena kontrak kerja belum ditandatangani karena anggaran belum disesuaikan. Ivan menambahkan pekerja yang belum digaji belum resmi berstatus PHL karena belum ada kontrak kerja.

"Yang jelas, saya belum tanda tangan kontrak karena anggaran harus disesuaikan dalam pergeseran sebanyak 303 orang," kata dia.

Menurut dia, para pekerja yang belum digaji itu berstatus tenaga sukarela. Ivan menjelaskan pihaknya melakukan penyesuaian anggaran terlebih dulu, baru kemudian tanda tangan kontrak kerja.

"Yang bekerja itu belum resmi THL (tenaga harian lepas) karena belum ada kontrak. Saya belum tanda tangan kontrak karena anggaran tidak mencukupi sampai bulan Desember. Jadi harus diatur dalam pergeseran," terang Ivan.

Pada kesempatan terpisah, seorang tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Bahu, Manado, Santi Tambayong, mengatakan belum digaji sejak Desember 2020. Dia mengaku heran karena diberhentikan sepihak, padahal dia sudah bekerja sebagai nakes sejak 2016.

"(Gaji) yang Desember punya belum dibayarkan. Tapi saat ini sudah diberhentikan tanpa sebab," kata dia.

Simak pengakuan nakes PHL di Manado yang belum digaji di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2