Pancasila Hilang, PP Standar Nasional Pendidikan Didesak Direvisi!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 13:26 WIB
Syaiful Huda kembali pimpin PKB Jabar
Syaiful Huda (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mendesak pemerintah segera merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Huda meminta PP Nomor 57 Tahun 2021 direvisi karena tak memuat pendidikan Pancasila sebagai pelajaran wajib untuk siswa maupun mahasiswa.

"Kami meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera mengajukan draf revisi atas PP 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Revisi itu harus memastikan pendidikan Pancasila merupakan mata pelajaran wajib yang harus diikuti oleh peserta didik, baik di tingkat dasar, menengah, dan perguruan tinggi," ujar Huda kepada wartawan, Jum'at (16/4/2021).

Huda menjelaskan pendidikan Pancasila diperlukan untuk membentuk karakter cinta Tanah Air peserta didik. Menurutnya, Pancasila mengandung banyak konten penting dalam pengembangan sikap hidup, etika, dan integritas bagi peserta didik.

"Pancasila juga berperan penting untuk menginspirasi generasi muda di Tanah Air jika Indonesia dibangun atas nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan sosial. Nilai-nilai ini sangat penting, terlebih dewasa ini banyak nilai yang datang dari luar yang ingin membawa Indonesia sebagai negara sekuler atau negara berbasis agama," katanya.

Pendidikan Pancasila, kata Huda, harus disebutkan secara jelas sebagai mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan nasional. Menurutnya, keberadaan pendidikan Pancasila tidak bisa diganti dengan pendidikan kewarganegaraan yang tersebut wajib dalam PP 57/2021.

"Jika pendidikan Pancasila tidak disebutkan secara eksplisit dalam kurikulum sebagai pelajaran wajib, dimungkinkan muncul banyak interpretasi dari penyelenggara maupun tenaga kependidikan. Nanti bisa saja muncul satu sekolah mewajibkan pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran, sekolah lain tidak mewajibkan," ucap Huda.

Politikus PKB ini tidak ingin berpolemik terkait penyebab penghapusan pendidikan Pancasila, apakah ada unsur kesengajaan atau murni keteledoran. Namun yang pasti penghapusan pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan merupakan langkah mundur dan berbahaya.

"Kami tidak ingin menduga-duga apa penyebab pendidikan Pancasila terhapus dalam PP 57/2021. Tapi yang jelas kami sangat menyesalkan fakta ini," katanya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak juga Video "Kemendagri: Tanpa Ideologi Pancasila Negara Bisa Bubar":

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2