Penyebab Habib Rizieq Bernada Tinggi dan Tuding Bima Arya Bohong di Sidang

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 04:48 WIB
Jakarta -

Amarah Habib Rizieq tak terbendung terhadap Wali Kota Bogor Bima Arya ketika menjalani persidangan kasus tes swab RS Ummi. Kuasa hukum Habib Rizieq, Aziz Yanuar, menilai Habib Rizieq hanya menunjukkan kekecewaan.

"Habib Rizieq bukan marah, itu cara bicara beliau memang tegas dan menunjukkan kekecewaannya," kata Aziz saat dihubungi, Kamis (15/4/2021).

Aziz mengatakan, dalam persidangan itu, Habib Rizieq tidak marah-marah kepada Bima Arya. Menurutnya, Habib Rizieq sosok yang paling sulit untuk menunjukkan amarah jika terkait dirinya.

"Jadi jangan suudzon mengatakan beliau marah. Beliau itu paling susah marah, apalagi jika hanya terkait dirinya, jarang sekali marah. Beliau hanya marah jika terkait agama, umat, dan ketidakadilan," ucapnya.

Aziz lalu menjelaskan Habib Rizieq kecewa lantaran Bima Arya berbohong saat di persidangan. Menurutnya, ada standar ganda ketika Bima Arya menyampaikan kesaksian di dalam persidangan.

"Ketika Bima Arya katakan HRS baik saat itu diakui dia sebagai kebenaran, ketika HRS, Hanif dan Andi Tatat katakan baik dan sehat malah dikatakan bohong? Ketika diberi analogi OTG mengaku sehat oleh HRS juga sejalan bahwa itu tidak bohong. Inilah yang membingungkan dan membuat HRS kecewa," ujarnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq marah kepada Bima Arya dalam persidangan kasus tes swab RS Ummi. Habib Rizieq bahkan sempat bersitegang dengan jaksa penuntut umum.

Kemarahan Habib Rizieq itu berawal saat dia mencecar Bima Arya terkait berita acara pemeriksaan (BAP)-nya yang menyatakan eks pimpinan FPI itu berbohong perihal hasil tes swab-nya. Habib Rizieq kemudian menuding Bima Arya memberikan kesaksian bohong.

"Saya minta dicatat, bahwa Wali Kota Bogor, Wali Kota Bima Arya, sekaligus Kepala Satgas COVID-19 di pengadilan yang mulia ini telah melakukan kebohongan di atas kebohongan. Terima kasih," kata Habib Rizieq dengan nada tinggi di PN Jaktim, Rabu (14/4).

(maa/imk)