Danny akan Copot Seluruh Camat-Lurah di Makassar!

Ibnu Munsir - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 14:40 WIB
Wali Kota Makassar Danny Pomanto (Ibnu Munsir/detikcom).
Wali Kota Makassar Danny Pomanto (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto akan mengganti seluruh jajaran camat hingga lurah setelah dia akan menonaktifkan seluruh RT/RW. Sebabnya, Danny melihat banyak temuan terkait kinerja rendah hingga program penanganan COVID yang tidak didukung.

"Alasannya banyak (sehingga seluruh camat dan lurah diganti). Pertama, banyak temuan, kinerja rendah, tidak respons, dan tidak peduli masyarakat, banyak sebabnya. Terus tidak mendukung program (penanganan COVID) Makassar Recover," kata Danny kepada detikcom, Kamis (15/4/2021).

Lebih khusus Danny menyoroti sejumlah oknum camat dan lurah yang tidak mendukung program Makassar Recover untuk menekan angka penularan COVID-19. Padahal instruksi itu sudah turun langsung dari Presiden Joko Widodo.

"Kemarin juga kan ada arahan Presiden, jelas sekali kan, ada refocusing, itu kan perintah negara, terus COVID jangan lengah (diatasi), itu kan program Pak Presiden. Nah, ini dia tidak mendukung," ujarnya.

Danny menegaskan penggantian camat hingga lurah merupakan program penataan ulang atau resetting jajaran Pemkot Makassar. Bukan hanya camat dan lurah, jajaran ASN hingga tenaga kontrak juga akan dievaluasi ulang.

"Jadi semua (akan dirombak) jajaran pemerintahan. Mau itu ASN, tenaga kontrak, dievaluasi semua, direset semua. Semua akan dievaluasi," tegasnya.

Sementara itu, terkait seluruh RT/RW di Makassar yang akan dinonaktifkan, Danny saat ini tengah menguji peraturan wali kota (perwali) terkait itu.

"Belum (dinonaktifkan semua RT/RW), masih kita lihat kriterianya, dan lagi diuji juga perwalinya," tuturnya.

Danny memang mengungkapkan banyak jajarannya, mulai camat, lurah, hingga RT/RW, yang melawan dengan melakukan sabotase program Makassar Recover. ASN yang terbukti melawan jelas akan diganti.

"Kalau melawan, pasti mi diganti, sudah malas terus melawan lagi, pasti diganti. Tidak ada itu di pemerintahan kata melawan, pemerintah itu memerintah," pungkasnya.

Simak juga 'Kesal Walkot Makassar, 35 Ribu Warga Kurang Mampu Tak Dapat Bansos':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/idh)