3 Kandidat Hakim Agung Mundur, 113 Orang Lanjut Uji Kualitas

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 14:27 WIB
Gedung Komisi Yudisial (KY)
Ilustrasi Komisi Yudisial (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tiga kandidat mengundurkan diri dari seleksi calon hakim agung 2021. Adapun 113 nama lainnya mengikuti tahap seleksi kualitas yang digelar oleh Komisi Yudisial (KY).

"Dua orang mengundurkan diri tanpa alasan dan satu orang mengundurkan diri dengan alasan sedang ada perawatan kesehatan," kata juru bicara KY, Miko Ginting, kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Tahapan seleksi kualitas itu digelar pada 14-16 April 2021. Tahapan seleksi kualitas ini dilakukan secara daring. KY menyatakan mengedepankan prinsip kecermatan dalam seleksi hakim agung kali ini.

"Dengan menyesuaikan situasi pandemi COVID-19, untuk mencegah penularan secara masif, seleksi kualitas ini akan dilaksanakan selama 3 hari secara daring dengan peserta dari seluruh Indonesia. Mulai dari Banda Aceh hingga Jayapura," kata Ketua Bidang Rekrutmen Hakim, Siti Nurdjanah.

Rencananya, ke-113 nama itu akan diperas untuk mengisi 13 lowongan hakim agung. Yang terdiri dari dua hakim agung kamar perdata, delapan hakim agung kamar pidana, dua hakim agung kamar militer, dan satu hakim agung pajak.

Seleksi kualitas ditujukan untuk mengukur sejauh mana penguasaan keilmuan dan keahlian calon hakim agung. Salah satunya terkait kompetensi teknis yang dibutuhkan dalam mengadili perkara.

"Pada kesempatan ini, perlu saya sampaikan bahwa berdasarkan informasi yang kami peroleh, saat ini seiring dengan perkembangan era digitalisasi, pola kerja di Mahkamah Agung pun sudah mengalami perubahan," beber Nurdjanah.

Berkas perkara langsung diberikan kepada masing-masing anggota majelis dalam bentuk soft copy dan harus disidangkan selambat-lambatnya 3 bulan. Setiap hari minimal 10 perkara yang harus disidangkan, bahkan bisa 30 sampai dengan 40 perkara. Karena itu, seorang hakim agung harus mahir menggunakan teknologi dan memiliki kesehatan yang prima lahir-batin.

"Terakhir, sebelum saya menutup sambutan ini, kepada para peserta seleksi kiranya dapat senantiasa menjaga kondisi kesehatannya. Sehingga mampu mengikuti seluruh uji kualitas dengan baik dan dari rangkaian seleksi ini kami harap akan muncul putra-putri terbaik untuk mengisi lowongan hakim agung yang mulia," ujar Nurdjanah.

Bersamaan dengan tahapan seleksi kualitas ini, penelusuran rekam jejak dan penjaringan masukan masyarakat juga terus dilakukan. Masukan dan catatan masyarakat terhadap para kandidat akan diterima sampai dengan 1 Mei 2021. Informasi dapat diberikan melalui alamat surat elektronik rekrutmen@komisiyudisial.go.id atau melalui pos ke alamat KY.

(asp/haf)