Didakwa Terima Rp 25,7 M Terkait Ekspor Benur, Edhy Prabowo Tak Melawan

Luqman Nurhadi Arunanta, Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 13:05 WIB
Jakarta -

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo didakwa menerima suap dengan total senilai Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur. Edhy tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi.

"Tidak, tidak (eksepsi). Langsung sidang saksi-saksi hari Rabu. Makasih ya teman-teman, mohon doanya," ujar Edhy, setelah mengikuti sidang online di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/4/2021).

Edhy mengaku siap melanjutkan sidang selanjutnya. Dia berharap keputusan majelis hakim bisa menghasilkan yang terbaik.

"Hari ini pembacaan dakwaan sidang pertama saya, sudah dibacakan sudah didakwakan sudah saya dengar tinggal mohon doanya, saya akan menghadapinya di persidangan nanti. Saya berharap di pembuktian lah, semua akan diambil keputusan yang terbaik," kata Edhy.

Alasan Edhy Prabowo tidak mengajukan eksepsi adalah dia optimistis tidak bersalah. Dia hanya mengikuti proses hukum karena dirinya bertanggung jawab.

"Saya dari awal ketika masuk sini, saya optimis bahwa saya tidak bersalah, cuman saya bertanggung jawab apa yang terjadi di Kementerian saya, saya tidak akan lari dari tanggung jawab saya," ujarnya.

Selanjutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2