Sederet Kontroversi Nadiem Makarim yang Didorong Reshuffle

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 11:59 WIB
Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Instagram Nadiem Makarim)

1. Program organisasi penggerak

Program organisasi penggerak pernah menjadi polemik hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) besar di Indonesia mundur teratur dari tersebut. Menurut Peraturan Sekjen Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020, Program Organisasi Penggerak adalah program peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dengan melibatkan ormas sebagai mitra yang berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik.

Maka, program organisasi penggerak bakal melibatkan ormas dan mitra untuk mendidik para guru/pengajar. Ormas dan mitra ini ada yang punya lembaga pendidikan juga. Muhammadiyah, misalnya, ormas Islam tertua ini punya banyak sekolah. Nahdlatul Ulama (NU) juga punya banyak pondok pesantren. Namun, kedua ormas itu sudah mundur dari program organisasi penggerak.

Kini, sejumlah ormas mundur dari Program Organisasi Penggerak, yakni Muhammadiyah, LP Ma'arif PBNU, dan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Program Organisasi Penggerak menjadi polemik.

Muhammadiyah merasa kriteria pemilihan organisasi kemasyarakatan yang ditetapkan lolos evaluasi proposal sangat tidak jelas. Penyebabnya, kriteria tidak membedakan antara lembaga CSR yang sepatutnya membantu dana pendidikan dengan organisasi kemasyarakatan yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

PBNU juga merasa ada ketidakjelasan kriteria evaluasi organisasi penggerak yang lolos evaluasi. Adapun PGRI merasa saat ini semua perlu memiliki sense of crisis sesuai instruksi Presiden Jokowi, sehingga anggaran Program Organisasi Penggerak akan lebih bermanfaat untuk membantu siswa, guru honorer, dan penyediaan infrastruktur pendidikan di pelosok.

2. Peta jalan pendidikan

Draf visi pendidikan 2020-2035 dalam Peta Jalan Pendidikan RI disorot karena tidak memasukkan frasa agama di dalamnya. Awalnya draf itu disorot oleh Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menyebut hilangnya frasa 'agama' itu sebagai hal yang serius.

Berikut ini bunyi visi draf Peta Jalan Pendidikan 2020-2035:

Visi Pendidikan Indonesia 2035: Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila.

Kemendikbud merespons kritikan tersebut. Kemendikbud mengatakan draf Peta Jalan Pendidikan itu akan terus disempurnakan.

"Saat ini status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 oleh Kemendikbud masih berupa rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak dengan semangat yang sama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan untuk generasi penerus bangsa," kata Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri, kepada wartawan, Minggu (7/3).

3. Buang Naskah Pidato

Mendikbud Nadiem Makarim mengaku membuang naskah pidato yang disiapkan untuknya. Cerita itu disampaikan Nadiem kemarin, Rabu (4/12) di Pelantikan Rektor UI di Balai Purnomo, Kampus UI, Depok. Dia pun menceritakan dirinya memilih membuang naskah pidatonya agar bisa memaparkan prioritas kerjanya selama lima tahun ke depan.

"Yang terhormat bapak ibu yang hebat di depan saya terutama Bu Ani (Menkeu Sri Mulyani), terima kasih sudah mengundang saya di sini saya seperti Prof Ari ada naskah pidato langsung saya buang karena saya ingin gunakan kesempatan untuk menjadi sesi kerja pertama selama lima tahun ke depan," kata Nadiem disambut tepuk tangan hadirin.

Usai menyapa para petinggi UI itu, Nadiem kemudian mengatakan bahwa dirinya bukanlah alumni UI. Namun, menurutnya, dirinya merupakan produk dari UI.

"Pertama saya harus bilang bahwa saya bukan alumni UI. Tapi orang tua saya, bapak, ibu dan seluruh keluarga saya om-om dan tante semua, eksklusif alumni UI. Jadi saya sebenarnya produk UI juga dan saya merasa tidak bisa mencapai seperti ini kalau tanpa UI. Jadinya ini sesuatu yang spesial saya bisa hadir di sini," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3