PD Yakin Tak Diajak Gabung ke Kabinet, Tuduh Jokowi Pernah Khianat

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 08:23 WIB
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief ditangkap polisi karena kasus narkoba. Begini perjalanan Andi Arief dari mahasiswa hingga tersangkau narkoba.
Andi Arief (Foto: pool)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) mengaku yakin tak ditawari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke kabinet di tengah hangatnya isu reshuffle. Demokrat mengaku pernah diajak bergabung ke kubu Jokowi, namun ujungnya tak jelas.

"Tidak mungkin ada tawaran atau ada utusan. Karena set up politik rezim sekarang memaksa Demokrat dan PKS menjadi oposisi. Demokrat pernah diajak Pak Jokowi duduk di kabinet awal pemerintahan kedua," kata Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Andi Arief mengklaim Demokrat sempat diajak masuk ke kabinet Jokowi pada awal periode kedua. Namun Andi Arief menyebut Jokowi malah mengkhianati ajakannya itu sendiri.

"Sekali lagi diajak, bukan meminta. Namun yang mengkhianati ajakan itu ya Pak Jokowi. Kami mengartikannya bahwa kami ditakdirkan mengambil peran menjadi oposisi," ujarnya.

Partai Demokrat, kata Andi Arief, menganggap perubahan ajakan tersebut lumrah dalam politik. Dia menganggap perubahan sikap Jokowi itu terjadi karena ada tekanan.

"Namun Partai Demokrat menganggap Pak Jokowi yang pernah khianati janji itu hal biasa dalam politik, meski bagi kami yang memiliki standar etika politik tidak mengenal cara itu. Kami memahami mungkin saja saat itu terjadi perubahan pemikiran atau munculnya banyak tekanan," ujarnya.

Isu kocok ulang atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju sebelumnya menyeruak seiring peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi dalam waktu dekat ini akan melantik dua menteri tersebut.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Lihat Video: Ngabalin Yakin Bahlil Lahadalia Jadi Menteri Investasi!

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2