Keluarga Tuding Merpati Tetangga Penyebab Kematian Yani

Keluarga Tuding Merpati Tetangga Penyebab Kematian Yani

- detikNews
Senin, 06 Mar 2006 15:51 WIB
Jakarta - Suasana duka meliputi keluarga besar Tubagus Oon Madsari (68). Tenda biru dan kursi tampak berjejeran di rumah di perkampungan padat yang hanya bisa dilewati motor ini. Satu per satu tetangga meninggalkan rumah yang beralamat di Jalan Harlang, RT 3 RW 3 No 24, Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, yang bersebelahan dengan Tanah Abang, tersebut.Para tetangga baru saja melayat Yani Mulyani (26), anak bungsu Madsari. Yani meninggal dunia di ICU RSPI Sulianti Saroso sebagai pasien suspect flu burung, sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (6/3/2006). Yani meninggal bersama janinnya yang berumur 5 bulan. Perempuan itu dimakamkan di TPU Karet pukul 10.00 WIB. Yani adalah pasien suspect flu burung ke-30 yang meninggal di RSPI.Menurut Madsari, putrinya sudah mengeluhkan demam dan sesak nafas sejak Minggu malam 26 Februari. Keluarga lalu membawa Yani ke RSB Budi Kemuliaan. Pada Selasa malam 28 Februari, Yani dirujuk ke RSCM. Dan malam itu juga RSCM langsung merujuk Yani ke RSPI."Waktu dibawa ke RSPI, kondisinya juga sudah lemah dan sesak nafas. Tapi masih bisa ngomong," kata Madsari lirih pada detikcom.Madsari menduga, peternakan burung dara di belakang rumah almarhumah sebagai sumber penyakit yang menewaskan anaknya."Saya belum tahu sebabnya, tapi di belakang rumah Yani ada yang beternak burung dara," ujar Madsari.Yani tinggal di RT 5 RW 3 No 42, sekitar 25 meter dari rumah Madsari.Dari pantauan detikcom, tepat di belakang rumah Yani ada bangunan dua lantai yang sederhana. Lantai dua digunakan sebagai tempat peternakan burung dara dan ditutupi terpal biru.Tetangga Yani banyak yang mengeluhkan peternakan milik Kuswono (54) itu.Reni (32), tetangga almarhumah, mengeluhkan kotoran dan bulu burung dara yang sering beterbangan tertiup angin. "Lagi musim flu burung gini kan kita jadi khawatir, Mas," katanya.Menurutnya, rumah Kuswono yang berada di RT 9 belum dikunjungi petugas kelurahan dalam vaksinasi unggas beberapa hari lalu.Petugas hanya datang ke RT 3, tapi tidak ke RT 9. Warga pun ternyata belum berkoordinasi dengan Kuswono untuk memvaksin burung dara peliharaannya."Kita ngomong sendiri takut dia nggak mau nerima. Pak RT juga lagi sakit. Jadi belum bicara dengan dia," kata Reni. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait