Anggota DPRD Sulut Pesta Miras Tak Prokes, Legislator PAN Singgung Kasus HRS

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 07:28 WIB
Pernyataan Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP, Puan Maharani, yang berharap Sumbar menjadi pendukung negara Pancasila jadi kontroversi.
Guspardi Gaus (Foto: Rahel Narda/detikcom)
Manado -

Anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Cindy Wurangian menjadi sorotan usai viral pesta miras tanpa protokol kesehatan. Anggota Komisi II DPR Fraksi PAN, Guspardi Gaus,mengecam aksi Cindy Wurangian.

"Pertama tentu saya mengecam tindakan seorang anggota DPRD. DPRD itu adalah wakil rakyat tentu harus menjadi suri tauladan, tentu saya sangat kecewa terhadap sikap itu," ujar anggota Komisi II Fraksi PAN, Guspardi Gaus, ketika dihubungi detikcom, Selasa (13/4/2021).

Menurutnya, pejabat daerah perlu menghindari hal-hal yang bersifat kontroversi. Seharusnya, Cindy Wurangian mencontohkan hal yang baik di depan umum seperti menerapkan protokol kesehatan yang sempurna di masa pandemi.

"Sangat tidak pantas (tindakan Cindy), yang saya katakan tadi harusnya dia itu jadi teladan, harus mengimbau orang supaya jaga prokes, pakai masker, cuci tangan," tutur Guspardi.

Menurutnya, Cindy bisa dikenakan sanksi moral maupun sanksi administratif. Guspardi membandingkan aksi Cindy ini dengan sanksi yang dikenakan ke Habib Rizieq Shihab terkait kasus kerumunan.

"Kenapa yang namanya Habib (Rizieq) bisa diproses hukum, dia (juga) harusnya diproses hukum," imbuh Guspardi.

"Menjaga proses itu kan wajib hukumnya, masyarakat biasa malah di push-up, didenda, dan sebagainya, Habib Rizieq bayar Rp 50 juta," lanjutnya.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito turut berkomentar terkait aksi pesta miras Cindy Wurangian. Menurutnya, sudah menjadi tugas Satgas Covid-19 Sulawesi Utara untuk melakukan pembinaan terhadap Cindy Wurangian.

"Tugas dari Satgas dan Posko Covid 19 di daerah untuk melakukan pencegahan dan pembinaan apabila ada anggota masyarakat yang melanggar protokol kesehatan," lanjutnya.

Dalam video yang beredar itu, tampak seorang wanita memperlihatkan dirinya sedang menikmati wisata pantai dan dikerumuni sejumlah orang. Mereka tampak melanggar protokol kesehatan COVID-19 lantaran tidak ada satu pun yang mengenakan masker hingga menjaga jarak.

Menyikapi persoalan itu, Jubir Satgas COVID-19 Provinsi Sulut Steven Dandel mengaku tidak bisa memberikan komentar. "Saya tak bisa memberikan komentar," ujar Steven saat dihubungi, Selasa (13/4/2021).

Terpisah, Cindy Wurangian menjelaskan, agar lebih jelas, silakan dilihat di Instagramnya. Menurut dia, karena ada di video yang viral itu di-blur wajahnya.

"Kalau kita mau jelas, nanti dipikir ada ditambah atau dikurangi. Saya sudah posting ulang. Silakan lihat Instagram. Kita (saya) tidak memberikan tanggapan, silakan lihat langsung dan nilai. Saya tidak ada tanggapan. Mau dipaksa, kan sudah di-posting di Instagram," cetusnya.

Cindy mengaku mem-posting ulang video supaya tidak penasaran.

"Orang lain kan penasaran dengan video itu. Makanya saya muat ulang, supaya dapat lihat ada buat apa, saya pikir lebih baik muat ulang. Sebenarnya tidak ada yang dirahasiakan," tuturnya.

Tonton Video: Eks Kapolres Jakpus Ungkap Alasan Tak Bubarkan Kerumunan di Petamburan

[Gambas:Video 20detik]



(isa/aud)