Kapolri Harap Perpanjang SIM di Aplikasi Online Hapus Celah Calo

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 22:18 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meluncurkan aplikasi Propam Presisi. Aplikasi ini tindak lanjut dari aplikasi Dumas Presisi yang melayani pengaduan masyarakat terkait kinerja anggota polisi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta -

Korlantas Polri meluncurkan aplikasi SINAR (SIM Nasional Presisi). Aplikasi ini diharapkan mampu menekan, bahkan menghapus, perilaku menyimpang, seperti masalah calo saat warga mengurus surat izin mengemudi (SIM).

"Tentunya pelanggaran-pelanggaran yang mungkin terjadi pada saat interaksi-interaksi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang melakukan penyalahgunaan wewenang. Tentunya, dengan pelayanan online ini, itu (calo) bisa kami tekan dan kita bisa hapuskan," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan di Satpas Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (13/4/2021).

Hal itu disampaikan Sigit saat menanggapi pertanyaan pengaruh aplikasi berbasis online tersebut terhadap keberadaan calo SIM. Sigit kemudian mengatakan terobosan di Korlantas Polri tak hanya terkait SIM, tapi juga meliputi pengurusan surat-surat kendaraan seperti surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku pemilikan kendaraan bermotor (BKPB).

"Ke depan kami akan melanjutkan dengan terobosan-terobosan baru terkait dengan pembuatan SIM baru, kemudian STNK, BPKB, yang ke depan nanti akan kita launching," kata Sigit.

Sigit menuturkan pelayanan berbasis daring ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih disiplin. "Tapi yang jelas, harapan kita dengan aplikasi yang kita pasang di mana-mana tersebut bukan untuk menakut-nakuti, tapi lebih dalam prinsip mendisiplinkan agar masyarakat bisa lebih mematuhi," tutur Sigit.

Seperti diketahui, aplikasi SINAR dibuat untuk urusan perpanjangan masa berlaku SIM. Korlantas mengklaim SINAR merupakan metode perpanjangan SIM via aplikasi online pertama di dunia.

"Total ada 17 polisi yg ditugaskan di luar negeri. Mereka sudah ditugaskan untuk mengecek apakah benar data tersebut (perdana di dunia) yang pertama dan jawabannya benar," kata Analis Kebijakan Madya Gakkum Korlantas Polri Kombes Dodi Darjanto di lokasi peluncuran aplikasi SINAR.

"Seluruh atasan polisi di benua Eropa dari Turki, Jerman, Belanda itu nggak ada, Benua Amerika, itu pun gak ada, atase kepolisian di seluruh Asia juga nggak ada," lanjutnya.

(aud/aud)