Kenneth Raymond Allan Dicecar KPK soal Crazy Rich Samin Tan Kala Jadi Buron

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 19:30 WIB
Samin Tan ditahan KPK, Selasa (6/4/2021).
Samin Tan ditahan KPK (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

KPK mencecar Kenneth Raymond Allan, saksi untuk tersangka Samin Tan atas kasus dugaan suap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. KPK hendak menggali informasi dari Kenneth soal perkara yang sedang disidik dan keberadaan si crazy rich selama menjadi buron.

"Yang bersangkutan didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan pemberian sejumlah uang oleh tersangka Samin Tan kepada Eni Maulani Saragih dan dikonfirmasi juga mengenai keberadaan tersangka Samin Tan saat menjadi DPO KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

Kenneth diperiksa KPK bersama dua saksi lainnya pada Senin (12/4). Namun dua saksi tersebut mangkir tanpa memberikan kabar. Dua saksi tersebut adalah Direktur PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk Nenie Afwani dan karyawan swasta Andreay Hasudungan Aritonga.

Dengan itu, KPK mengimbau kepada Nenie dan Andreay untuk kooperatif. Mereka dijadwalkan ulang untuk diperiksa sebagai saksi.

"KPK mengimbau para saksi untuk kooperatif hadir pada panggilan selanjutnya yang akan segera dikirimkan oleh tim penyidik," ujar Ali.

Diketahui, Samin Tan ditangkap KPK setelah hampir setahun jadi buron. KPK menetapkan Samin Tan selaku pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal sebagai tersangka kasus dugaan suap karena diduga memberi suap Rp 5 miliar kepada Eni Saragih.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ini ke penyidikan dengan tersangka SMT (Samin Tan)," kata Wakil Ketua KPK saat itu Laode M Syarif di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (15/2).

Samin diduga memberi suap kepada Eni agar membantu anak perusahaan miliknya, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT), yang sedang bermasalah. KPK mengatakan permasalahan itu terkait perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi III di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM.

"Eni sebagai anggota DPR di Komisi Energi menyanggupi permintaan bantuan SMT dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum RDP dengan Kementerian ESDM, di mana posisi Eni adalah sebagai anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR," ucapnya.

(aud/aud)