Sempat Bangun Usai Tidur 9 Hari, 'Putri Tidur' Banjarmasin Terlelap Lagi

Jabbar Ramdhani, M Risanta - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 16:02 WIB
Gadis di Kalsel sudah tertidur selama sepekan. Gadis yang akrab disapa Echa ini sempat tertidur selama 13 hari pada 2017 lalu. (dok Istimewa)
Foto: Gadis di Kalsel sudah tertidur selama sepekan. Gadis yang akrab disapa Echa ini sempat tertidur selama 13 hari pada 2017 lalu. (dok Istimewa)
Jakarta -

Siti Raisa Miranda atau Echa (17) kembali tertidur. Echa sempat tertidur panjang selama sembilan hari.

Remaja yang dijuluki 'Putri Tidur' dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), itu kembali tertidur pada Minggu (11/4) malam.

"Sekarang masih tidur dia. Sabtu dia bangun. Minggu malam tidur lagi," kata ayah Echa, Mulyadi, saat dihubungi, Selasa (13/4/2021).

Dia mengatakan putrinya saat ini sudah dibawa ke RSUD Dr Ansari Saleh Banjarmasin. Namun dia mengatakan pihak dokter meminta untuk tidak diekspose dulu terkait diagnosis kondisi putrinya terkini.

Echa mengalami gejala tidur panjang akibat sindrom langka 'hipersomnia'. Anak kedua pasangan Mulyadi dan Lili ini sempat beraktivitas seperti biasa ketika terbangun usai 9 hari tertidur panjang.

"(Beraktivitas) Seperti biasa (setelah bangun dari tidur), siang kuliner. Malamnya makan bakso, kemudian pulang, dia tidur," ucapnya.

Dia mengatakan setelah itu Echa dibawa ke RS untuk mendapatkan perawatan. Dalam kondisi tertidur, pihak keluarga memberi asupan kepada Echa berupa susu cokelat untuk tambahan energi.

"Makannya kami suapin. Biasanya makan makanan yang disediakan RS. Dia senang kentucky (ayam goreng) atau lalapan. Kalau mau itu, kita beli atau bawa dari rumah," kata dia.

Mulyadi belum mengungkap rencana pengobatan Echa lebih lanjut. Dia mengatakan saat ini hanya fokus pada saran dokter untuk pemulihan Echa.

Echa sempat terbangun pada Sabtu (10/4) pagi. Namun kondisi Echa masih lemah. Saat itu, Echa sudah tertidur selama 9 hari.

Pada 2017, 'Putri Tidur' itu pernah mengalami gejala serupa. Pada waktu itu, Echa sempat tertidur 13 hari. Echa kemudian dijuluki 'Putri Tidur dari Banjarmasin'. Kala itu diduga Echa mengidap sindrom langka 'hipersomnia'.

Hipersomnia adalah kondisi yang membuat seseorang merasa mengantuk yang berlebihan pada siang hari. Kondisi ini juga dapat terjadi meski seseorang itu sudah tidur dalam waktu yang lama. Hipersomnia dapat disebut dengan excessive daytime sleepiness (EDS).

Mengutip laman Healthline, berdasarkan faktor penyebab, ada dua jenis hipersomnia, yakni primer dan sekunder. Hipersomnia primer disebabkan adanya gangguan fungsi sistem saraf pusat dalam yang berfungsi mengatur waktu untuk terjaga dan terlelap. Kondisi ini bisa membuat si penderita merasakan kantuk secara tiba-tiba. Mereka bisa merasakan kantuk pada siang hari meskipun waktu tidur pada malam sudah terpenuhi.

Simak juga 'Menkes Budi Nilai Vaksin Merah Putih Agak Terlambat, Tapi...':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)