Pemkot Mojokerto Tetap Gelar Vaksinasi Selama Ramadhan

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 19:32 WIB
Pemkot
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto akan tetap melaksanakan vaksinasi Corona selama bulan Ramadhan tahun 2021. Keputusan tersebut merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 tahun 2021 yang menyatakan vaksinasi COVID-19 boleh dilakukan bagi umat Islam yang sedang berpuasa karena tidak membatalkan puasa, serta SE Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.02/I/801/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi bagi Umat Islam di Bulan Ramadhan.

"Selama bulan puasa vaksinasi bisa berjalan, karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui fatwanya telah merekomendasikan agar pemerintah tetap dapat melakukan vaksinasi di bulan Ramadan, demi mencegah penularan COVID-19 dengan memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa," ujar Person in Charge (PIC) Komunikasi Publik Vaksinasi COVID-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo dalam keterangan tertulis, Senin (12/4/2021).

"Pelaksanaannya merujuk SE Kementerian Kesehatan tentang Pelaksanaan Vaksinasi Bagi Umat Islam di Bulan Ramadhan menyangkut percepatan vaksinasi COVID-19 saat sedang berpuasa, sosialisasi dan tindakan korektif yang diperlukan dalam rangka meningkatkan optimalisasi pelaksanaan vaksinasi," lanjutnya.

Gaguk menjelaskan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto telah menerima vaksin Sinovac tahap 2 termin ketiga sebanyak 830 vial pada Jumat (10/4). Vaksin tersebut dijadwalkan akan mulai didistribusikan besok (13/4) dan diproritaskan bagi lansia.

"Vaksin Sinovac sebanyak 830 vial atau 8300 dosis. Dengan dua dosis vaksin per sasaran, vaksin tahap dua termin ketiga dapat distribusikan untuk 4150 sasaran," terangnya.

Oleh karena stok vaksin yang tersedia di bulan April ini terbatas, lanjut Gaguk maka sesuai arahan Kementerian Kesehatan, vaksinasi diprioritaskan bagi kelompok lansia, lantaran kelompok ini memiliki risiko terbesar bila terpapar COVID-19.

"Mengingat keterbatasan suplai vaksin, prioritas vaksinasi diberikan kepada kelompok yang risiko fatalitasnya paling tinggi, yaitu lansia. Hal ini penting untuk menekan angka hospitalisasi dan mencegah kematian," kata Gaguk.

"Secara nasional, dari data 1,5 juta yang terpapar COVID-19, 10 persen berusia 60 tahun. Namun dari kasus kematian akibat COVID-19, 50 persen lansia," imbuhnya.

Di samping itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto ini menyampaikan pergerakan menyambut lebaran turut menjadi pertimbangan prioritas vaksinasi untuk lansia. Sedangkan terkait akselerasi vaksinasi lansia, dia mengatakan saat ini Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto tengah menyusun jadwal, sasaran, serta rencana sosialisasi di tingkat kelurahan.

"Jumlah lansia Kota Mojokerto saat ini sebanyak 17 ribu jiwa. Dengan masih terbatasnya jumlah vaksin, maka distribusi vaksin COVID-19 untuk sasaran lansia di seluruh wilayah kelurahan akan dilakukan secara proporsional. Lurah yang menentukan sasaran lansia yang diprioritaskan untuk vaksinasi," paparnya.

Gaguk menilai dengan kemampuan vaksinasi di setiap pos pelayanan vaksinasi, yakni sebanyak 100 sasaran untuk rumah sakit dan puskesmas sebanyak 50 sasaran per hari, vaksinasi tahap 2 termin ketiga untuk dosis pertama akan tuntas dalam sepekan. Sementara untuk interval vaksinasi Corona dosis kedua bagi semua sasaran adalah 28 hari.

Diungkapkannya, vaksinasi di bulan puasa akan digelar pada hari dan jam kerja, serta diutamakan bagi masyarakat dengan kondisi siap. Sedangkan skrining vaksinasi bagi kelompok komorbid dan penyakit kronik lainnya harus dipenuhi terlebih dahulu sebagaimana ketentuan atau aturan vaksinasi COVID-19 lansia.

Meski tidak ada persiapan khusus bagi penerima vaksinasi yang tengah berpuasa, kata Gaguk, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mereka yang akan vaksinasi harus sudah sahur, beristirahat yang cukup, dan tidak beraktivitas berat setelah divaksin. Seperti istirahat dan makan serta minum yang cukup sebelum vaksinasi dilakukan. Jika penyuntikan vaksin dilakukan pada siang hari, ketika waktu makan sahur dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang cukup.

"Yang terpenting adalah kesiapan fisik dan psikis. Karena berpuasa dan mendapat suntikan vaksin COVID-19 tidak akan menyebabkan efek samping buruk dan tidak akan berpengaruh pada kondisi tubuh," pungkasnya.

Simak video 'Kemenkes: Vaksinasi Tidak Membatalkan Puasa Ramadhan':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)