Pemkot Mojokerto Raih Penghargaan Kota Bebas dari BAB Sembarangan

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 09:08 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menerima sertifikat Open Defecation Free (ODF) dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa karena dianggap berhasil menyelesaikan masalah Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Foto: Dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menerima sertifikat Open Defecation Free (ODF) dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa karena dianggap berhasil menyelesaikan masalah Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Internasional.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada kepala daerah yang telah berhasil mendorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tersebut. Sebab, dia menilai hingga saat ini masih banyak yang belum menggunakan MCK berbasis rumah tangga.

"Kepada Bupati/Wali kota agar format PHBS harus dibangun pada Sanitasi Berbasis Total Berbasis Masyarakat (STBM)," ujar Khofifah dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4/2021).

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan pencapaian ini merupakan hasil sinergitas dan dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Dinas Kesehatan, Bappedalitbang, Dinas Perumahan dan Permukiman, Forum Kota Sehat dan PKK.

Ika berharap prestasi ini dapat menjadi stimulan bagi semua pihak agar ke depan bisa memperoleh prestasi yang lebih baik. Menurutnya, keterbatasan dan hambatan yang dihadapi pada suasana pandemi tidak menjadi kendala yang berarti apabila berikhtiar maksimal dan berupaya secara profesional.

Dia menjelaskan salah satu cara untuk menciptakan masyarakat yang sehat yaitu melalui ODF. Untuk itu pihaknya telah melakukan sederet upaya dalam rangka mencapai Kota Mojokerto yang ODF, antara lain dengan mengedukasi masyarakat akan pentingnya jamban sehat melalui kader motivator.

"Membangun sanitasi masyarakat (Sanimas) dan membangun IPAL Komunal di pemukiman padat penduduk," jelasnya.

Selain itu, untuk meningkatkan derajat kesehatan warganya, Ika mengatakan Pemkot juga memiliki program Bedah Rumah Swadaya.

"Dalam program ini pemerintah selain memberikan bantuan untuk perbaikan rumah, juga memberi pengarahan agar warga dapat membangun rumah yang sehat. Sehingga arahan gubernur tentang MCK berbasis Rumah Tangga bisa secepatnya dicapai di Kota Mojokerto," terangnya.

Diungkapkan Ita, selama pandemi COVID-19 Pemkot Mojokerto terus berinovasi. Beberapa inovasi yang dilakukan di bidang kesehatan, yaitu pengembangan aplikasi Gayatri dan Gayatri Kendali Covid, program Pemeriksaan Terpadu Pekerja Wanita dengan Pemeriksaan Resiko Penyakit Tidak Menular (Pete Jawa Rasa Timun), pemeriksaan secara langsung ke rumah warga dalam program Home Care Nurse Community, dan Program Sadar Tensi dengan Prolanis, Perkesmas, Kantong Tensi, Konsultasi Gizi, Farmasi, serta Kampanye Germas dan Skrining PTM (Pos Tensi Oke Oye Sip).

Sebagai informasi, dalam kesempatan ini Gubernur Jawa Timur juga menyerahkan penghargaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta penghargaan Workshop Pencegahan Perkawinan Anak tahun 2021.

Lihat juga Video: Peringati Hari Kesehatan Nasional dengan Tepuk Tangan 56 Detik

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)