5 Eks Pejabat Waskita Dituntut 6-9 Tahun Bui di Kasus Korupsi Proyek Fiktif

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 15:02 WIB
Sidang Tuntutan 5 Eks Pejabat Waskita di Pengadilan Tipikor Jakarta
Sidang Tuntutan 5 Eks Pejabat Waskita di Pengadilan Tipikor Jakarta (Arun/detikcom)

Jaksa mengatakan Desi Arryani dkk telah terbukti memperkaya diri terkait kasus korupsi proyek infrastruktur fiktif. Perbuatan mereka disebut jaksa KPK membuat negara merugi Rp 202 miliar.

"Terdakwa telah melakukan turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, secara melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain serta memperkaya korporasi yang dapat merugikan keuangan negara sebesar Rp 202.296.416.008," ujar jaksa.

Adapun perbuatan memperkaya diri jumlahnya sebagai berikut:

1. Desi Arryani sebesar Rp 3.415.000.000
2. Fathor Rachman Rp 3.670.000.000
3. Jarot Subana Rp 7.124.239.000
4. Fakih Usman Rp 8.878.733.720
5. Yuly Ariandi Siregar Rp 47.386.931.587

Serta memperkaya orang lain, yakni:

- Haris Gunawan Rp 1.525.885.350
- Dono Parwoto Rp 1.365.000.000
- Imam Bukori Rp 6.181.214.435
- Wagimin Rp 20.515.040.661
- Yahya Mauliddin Rp 150.000.000

Serta memperkaya korporasi, yaitu:
- PT Safa Sejahtera Abadi sebesar Rp 8.162.529.912
- CV Dwiyasa Tri Mandiri Rp 3.830.665.459
- PT Mer Engineering Rp 5.794.840.300
- PT Aryana Sejahtera Rp 1.700.507.444.

Dalam tuntutannya, jaksa juga mempertimbangkan hal berat dan ringan. Dalam kasus ini, menurut jaksa, terdakwa telah mengakibatkan kerugian keuangan negara.

"Hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi, tindakan para terdakwa telah mengakibatkan berkurangnya laba yang seharusnya diperoleh PT Waskita Karya Tbk (Persero) selaku BUMN, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara," ujar jaksa.

"Hal meringankan, para terdakwa bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, terdakwa Desi Arryani telah mengembalikan seluruh uang hasil tindak pidana yang dinikmati olehnya sejumlah Rp 3.415.000.000," tutup jaksa.


(run/zap)