5 Tersangka Kasus Infrastruktur Fiktif di PT Waskita Karya Segera Disidang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 17:37 WIB
Gedung KPK
Ilustrasi Gedung KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK merampungkan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek infrastruktur fiktif yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Setelah berkas dinyatakan lengkap (P21), lima tersangka perkara ini akan segera disidangkan.

"Hari ini setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) selanjutnya penyidik melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) kepada JPU (jaksa penuntut umum) dalam perkara dugaan TPK (tindak pidana korupsi) terkait pelaksanaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (19/11/2020).

Lima tersangka itu adlaah Yuly Ariandi Siregar, Desi Arryani, Fakih Usman, Jarot Subana, dan Fathor Rachman. Ali menyebut penahanan para tersangka selanjutnya menjadi kewenangan JPU.

"Penahanan para terdakwa selanjutnya menjadi kewenangan JPU selama 20 hari terhitung sejak tanggal 19 November 2020 sampai dengan 8 Desember 2020, yang tempat penahanannya di rutan yang sama saat dilakukan penahanan pertama oleh penyidik," tuturnya.

Ali mengatakan, dalam waktu 14 hari kerja, JPU akan menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkannya ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor). Adapun persidangan akan digelar di PN Tipikor Jakarta Pusat.

"Persidangan akan di laksanakan di PN Tipikor Jakarta Pusat," sebut Ali.

"Selama proses penyidikan, telah diperiksa 215 saksi yang di antaranya sejumlah pejabat dari pihak internal di PT Waskita Karya dan pihak swasta," sambungnya.

Seperti apa kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur fiktif yang dikerjakan PT Waskita Karya itu? Simak di halaman selanjutnya.