Tetangga Ungkap Ribut Antara Pengikut dan Anak Saat Lia Eden Meninggal

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 14:46 WIB
Orang-orang yang tergabung dalam komunitas keyakinan Lia Eden mendatangi KPK dengan busana serba putih, Senin (16/2/2015). Kehadiran mereka adalah untuk memberikan dukungan moral terhadap lembaga pemberantas korupsi, KPK.
Lia Eden (tengah) (Rachman Haryanto/detikcom)

Pantauan detikcom pukul 14.09 WIB, kediaman Lia Eden terlihat sepi. Tak ada aktivitas apa pun.

"Iya dulu tuh dia pengrajin bunga kering. Sempat ada panggilan dari TVRI juga kok. Sempet punya toko bunga tapi saya lupa namanya," ucap Zulfikar.

Sebelumnya, Lia Eden meninggal dunia pada Jumat (9/4/2021). Jenazah telah disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Jakarta di Pluit, Jakarta Utara, sejak 9 April.

Seperti diketahui, pada 2005, Indonesia pernah digegerkan oleh kemunculan Lia Aminudin alias Lia Eden, yang mengaku mendapatkan wahyu. Lia Eden mengaku memperoleh wahyu dari Jibril. Dia pun mendapatkan sejumlah pengikut lewat Takhta Suci Kerajaan Tuhan.

MUI menilai ajaran Lia Eden sebagai ajaran sesat. Lia Eden kemudian ditangkap atas tuduhan penodaan agama. Yang terakhir, dia pernah dihukum selama 2,5 tahun penjara dan bebas pada 15 April 2011.

Saat bebas, Lia Eden mengaku tidak kapok dipenjara. Lia menyatakan akan terus menyiarkan keyakinannya dengan mendamaikan semua agama.

"Ah, nggak. Saya tidak kapok. Saya akan kembali dengan tugas mulia saya. Saya tidak takut. Ini urusan Tuhan harus dilakukan. Amanat Allah harus dilakukan," kata Lia Eden saat menghirup udara bebas di LP Perempuan Tangerang, Jumat (15/4/2011).

Halaman

(haf/haf)