Faksi Puan Vs Prananda Bisa Ancam Soliditas PDIP

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 14:15 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) saat melantik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri), Ketua DPP PDIP bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (kedua kiri), Ketua DPP PDIP bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani (kanan) dan sejumlah pengurus DPP PDIP lainnya saat penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/8/2019).
Foto Ilustrasi Puan Maharani (kiri) dan Prananda Prabowo (kanan) (foto sebelum Pandemi COVID-19) (dok. PDIP)
Jakarta -

Pembicaraan terkait calon Ketua Umum PDIP pengganti Megawati Soekarnoputri semakin memanas di tubuh PDIP. Dua nama yang santer diisukan, yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo, pun disebut berpotensi menimbulkan faksionalisme di lingkup internal partai.

Bahkan konflik keluarga berpotensi mengintai soliditas PDIP ke depannya terkait dua nama sejauh ini. Pakar politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, mengungkap, jika potensi tersebut tidak diantisipasi, soliditas PDIP bisa terdampak.

"Hal ini menunjukkan besarnya potensi faksionalisme dan konflik keluarga di dalam kekuatan inti PDIP. Jika tidak diantisipasi, faksionalisme antara kekuatan Puan dan Prananda bisa mengintai soliditas PDIP ke depan," kata Ahmad Khoirul Umam, saat dihubungi, Senin (12/4/2021).

Megawati sebagai pimpinan PDIP saat ini dinilai sebagai satu-satunya yang bisa menjembatani regenerasi kepemimpinan tersebut. Umam menilai regenerasi ini memang sudah seharusnya mulai dibicarakan oleh PDIP.

"Terkait dengan itu, memang sudah saatnya PDIP melakukan regenerasi kepemimpinan. Megawati yang menjadi patron politik partai ini harus bisa menjembatani proses transisi ini menjadi lebih stabil dan tidak berimbas pada menguatnya faksionalisme dan konflik di internal keluarga trah Sukarno," ucapnya.

Megawati sebagai sosok ibu dari Puan dan Prananda pun dinilai krusial menjamin stabilitas di lingkup internal PDIP. Namun Umam mengingatkan proses peredaman itu terancam jika satu di antara keduanya memiliki ego yang tinggi.

"Sebagai ibu bagi kedua kakak beradik itu, sekaligus patron politik PDIP, arah kebijakan Megawati tentunya akan diarahkan untuk menjamin stabilitas politik di internal partainya. Namun perlu diingat, proses peredaman itu belum tentu berhasil jika ada salah satu pihak yang tercongkel egonya. Pertentangan antar-ego inilah yang perlu diantisipasi awal dari konflik dan faksionalisme di internal PDIP," jelasnya.

Simak selengkapnya terkait siapa yang paling berpotensi gantikan Megawati di halaman berikutnya.

Saksikan video 'Mega Legowo Jika Kelak Tak Lagi Pimpin PDIP, Asal...':

[Gambas:Video 20detik]