Polemik Penceramah di Pelni, Wamenag Ungkap Ustaz Eksploitasi Khilafiyah

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 12:01 WIB
Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi
Wamenag Zainut Tauhid (Foto: dok. Kemenag)
Jakarta -

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi angkat bicara mengenai polemik penceramah kajian PT Pelni yang akhirnya dibatalkan. Pemerintah menegaskan tidak pernah melarang ustaz menyampaikan ceramah, melainkan hanya mengimbau agar yang disampaikan sesuai nilai kerukunan dan toleransi.

"Menanggapi polemik daftar penceramah kegiatan pengajian Ramadhan 1442 H yang menjadi keputusan PT Pelni, pemerintah tidak pernah melarang ustadz, mubaligh atau tokoh agama dalam melaksanakan tugas dakwah," kata Zainut, dalam keterangan tertulis, Senin (12/4/2021).

Zainut menegaskan pemerintah tidak mengintervensi terkait pelarangan ustad dalam melakukan dakwah. Ia menegaskan pemerintah meminta bagi para penceramah untuk menyampaikan dakwah yang mengandung nilai kerukunan dan toleransi.

"Jadi, keliru jika ada anggapan pemerintah ikut intervensi apalagi sampai melarang ustadz atau mubaligh yang melaksanakan tugas dakwah. Pemerintah hanya mengimbau kepada para ustaz, mubaligh dan tokoh agama dalam menyampaikan materi dakwah agar menjaga nilai-nilai kerukunan, persaudaraan, dan toleransi," ungkap Zainut.

Zainut mengingatkan Indonesia merupakan negara majemuk sehingga dibutuhkan kearifan dalam memaknai perbedaan. Diketahui Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras, etnis, dan agama. Lebih khusus lagi kemajemukan tersebut juga terjadi pada umat Islam yang tergabung dalam berbagai ormas dan kelembagaan Islam. Masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda, baik dari sisi agenda dan pola gerakannya, serta pemahaman keagamaannya.

"Oleh karena itu, penting bagi pimpinan ormas Islam memiliki kesadaran untuk menjaga hubungan persaudaraan sesama umat muslim (ukhuwah Islamiyyah) dan antarkomponen anak bangsa (ukhuwah wathaniyah)," ujar Zainut.

Zainut kembali mengingatkan bahwa perbedaan yang terjadi antarumat Islam jangan sampai menimbulkan perpecahan, apalagi jika perbedaan tersebut hanya pada wilayah ikhtilaf, furu'iyat, atau cabang agama, bukan pada pokok ajaran agama.

Lebih lanjut, Zainut menerangkan saat ini masih banyak ditemukan ustaz dan mubalig yang sering kali membesar-besarkan masalah khilafiyah sehingga menimbulkan gesekan di masyarakat. Bahkan gesekan tersebut sampai pada tindakan penolakan masyarakat terhadap ustaz atau mubalig yang bersangkutan.

"Jadi penolakan atau pelarangan itu terjadi bukan dilakukan oleh pemerintah tetapi penolakan itu dari masyarakat sendiri, akibat dari ulah mubalig atau ustaz itu sendiri yang terlalu mengeksploitasi khilafiyah, merasa dirinya paling benar dan yang lain dianggap salah atau bid'ah," sambungnya.

Kemenag, pada momentum bulan Ramadhan 1442 H/2021 M, mengajak para tokoh agama, pimpinan ormas Islam, khususnya MUI, bisa menjembatani perbedaan, merumuskan etika ukhuwah dan etika dakwah, sehingga dapat dijadikan pedoman oleh seluruh umat Islam dalam menyampaikan dakwah.

Sebelumnya, manajemen PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan terkait daftar penceramah pengajian Ramadhan 1442 H. Pelni menegaskan sudah mengambil tindakan yang diperlukan dan menjalankan usahanya sesuai nilai-nilai Pancasila dan NKRI.

"Kami telah melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang terkait langsung. Kami sekaligus meminta maaf kepada segenap stakeholder dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Ini akan menjadi evaluasi bagi kami untuk ke depannya," kata Pjs Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Opik Taufik dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4).

Untuk diketahui, Badan Kerohanian Islam atau Bakis PT Pelni menggelar kegiatan kajian dalam rangka menyambut Ramadhan. Namun kegiatan tersebut dibatalkan karena dinilai belum memenuhi prosedur dan ketentuan yang berlaku di perusahaan.

Buntut dari dibatalkannya acara kajian Ramadhan online itu, ada pejabat yang dimutasi.

Simak juga 'Cegah Terorisme, Fahri Minta Ma'ruf Amin Ceramah Selama Ramadhan':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/fjp)