Pengacara: Kadishub DKI-Eks Walkot Jakpus Bakal Bersaksi di Sidang HRS

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 09:48 WIB
Habib Rizieq
Habib Rizieq turun dari bus tahanan. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Timur hari ini melanjutkan sidang terdakwa kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, dan Megamendung, Bogor, Habib Rizieq Shihab. Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, mengatakan jaksa akan menghadirkan 11 saksi, di antaranya Kadishub DKI Syafrin Liputo dan mantan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara.

"Saksi sidang Senin, 12/4/2021 perkara (221-Petamburan) dan perkara (226-Megamendung)," ujar Aziz saat dikonfirmasi, Senin (12/4/2021).

Aziz mengatakan saksi yang akan memberi keterangan dalam sidang ini adalah:

1. Senior Manager Of Aviation Security Bandara Soetta, Oka Setiawan
2. Ketua RT.02, RW. 04, Petamburan, Tanah Abang, Jakpus, Jeki Mareno
3. Kapolsek Tebet Jaksel, Budi Cahyono
4. Kasubdinhub Kotif Jakpus, Mohamad Soleh
5. Kadishub Prov DKI Jakarta, Syafrin Liputo
6. Panit (penyidik) Subdit 1 Ditreskrimum, Jaksel, Ryanto Sulistya
7. Eks Wali Kota Jakpus, Bayu Meghantara
8. Dir Pengelolaan Logistik & Peralatan BNPB Des 2019 dan Koorbidyankes COVID-19, Rustian SSI
9. Kabid Kedaruratan & Logistis BPBD Prov DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto
10. Kasat Intelkam Polres Jakpus, Ferikson Tampubolon
11. Kapolres Jakpus, Heru Novianto.

Habib Rizieq sendiri hadir di PN Jaktim sekitar pukul 09.20 WIB. Habib Rizieq datang menumpangi bus kejaksaan dan dikawal dengan mobil kepolisian.

Dalam perkara ini, Habib Rizieq beserta 4 orang lainnya didakwa bersama-sama (dalam berkas terpisah) melakukan penghasutan sehingga menimbulkan kerumunan di Petamburan yang dianggap melanggar aturan mengenai pandemi virus corona (COVID-19). Penghasutan ini disebut terjadi pada saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Adapun para terdakwa tersebut di antaranya Haris Ubaidillah, Ahmad Shabri Lubis, Ali Alwi Alatas bin Alwi Alatas, Idrus alias Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana kekarantinaan kesehatan sebagaimana Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang," ujar jaksa penuntut umum saat membacakan dakwaannya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (19/3).

Tonton video 'Sidang Rizieq Hadirkan 10 Saksi, Akses Masuk Pengadilan Dibatasi':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/mae)